ASPEK.ID, JAKARTA – PT Barata Indonesia (Persero) bersama PT Len Industri (Persero) serta PT INKA (Persero) berhasil mengantongi kontrak proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Kapasitas 200 MW peak (MWp) di Kinshasa Republik Demokratik Kongo, Afrika.
Penandatanganan kontrak ini dilakukan oleh Direktur Pemasaran Barata Indonesia Sulistyo Handoko, Direktur Operasi I LEN Linus Andor Mulana Sijabat, Direktur Keuangan dan SDM INKA Andy Budiman serta CEO TSG Infrastructure Septian Wahyutama di Jakarta, pekan lalu.
Barata Indonesia dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (21/9) mengatakan bahwa perusahaan akan membentuk kerjasama operasi (KSO) dengan LEN Industri dan INKA.
KSO ini berperan dalam rekayasa, pengadaan, dan konstruksi atau EPC (Engineering, Procurement, Construction) PLTS 200MWp. KSO ini akan men-deliver panel surya, PV mounting, inverter dan combiner, desain dan engineering, electrical component, interkoneksi, pekerjaan sipil, instalasi dan konstruksi, hingga pengujian dan pengawasan.
Nantinya, PLTS Kinshasa 200 MWp akan di bangun pada lahan seluas ± 300 ha dengan nilai kontrak sebesar USD 175 juta atau setara Rp 2,59 triliun, dan merupakan tahap awal dari pembangunan PLTS 1.000 MWp di area tersebut.
Barata Indonesia berharap ekspansi yang dilakukan oleh perusahaan ke luar negeri ini mampu meningkatkan kepercayaan para customer terhadap produk-produk dalam negeri khususnya Industri Manufaktur Nasional.
Selain itu juga ekspansi ini sebagai upaya perseroan untuk meningkatkan kontribusi dalam perekonomian nasional.
























