• Latest
  • Trending
Bahas Ibukota Baru, Erick Thohir Panggil Para Bos BUMN

51 Anak Cucu Usaha BUMN Ditutup, Terbanyak Milik Telkom

32 Kloter Penerbangan Garuda Saat Pemulangan Jemaah Haji Delay, Paling Parah 12 Jam

3.450 Jamaah Umrah Tertunda ke Baitullah

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Kapal Lewat Selat Sunda Diminta Waspada

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Siang Ini

Serangan Rudal ke Iran, Israel Tutup Wilayah Udara dan Aktifkan Sirene

Karhutla dan Abu Anak Krakatau Ancam Aktivitas Ekonomi Hingga Rp 123,1 Triliun

Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Harga Emas Antam 8 September 2026 Turun, Segini Harganya

Prabowo Ajukan Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara

DPR Setujui Penjualan Eks KRI Ki Hajar Dewantara Lewat Lelang

Banggar DPR Tolak Pangkas Subsidi BBM

Pertamina Ajukan Blokir 5.000 Nomor Polisi Terindikasi Borong BBM Subsidi

Danantara Dipacu Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional Era Prabowo

Danantara Bidik Portofolio Global dan Investasi Jangka Panjang

Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

Bandara Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi Sejak Selasa Dini Hari

Angkasa Pura II Sediakan Bilik Penyemprotan Disinfektan Berjalan

Bandara Soetta Ditutup Hingga Pukul 24.00 WIB

Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang sampai 24.00 WIB

Real Madrid Jumpa Inter di Laga Pembuka Liga Champions, Siapa Lebih Unggul?

Real Madrid Jumpa Inter di Laga Pembuka Liga Champions, Siapa Lebih Unggul?

Awasi Pelaku Perjalanan Luar Negeri, Polri Jaga Ketat Pintu Masuk Indonesia

Penumpang Gagal Terbang Imbas Erupsi Anak Krakatau Bisa Refund Tiket 100%

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, September 8, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

51 Anak Cucu Usaha BUMN Ditutup, Terbanyak Milik Telkom

by Zamzami Ali
April 3, 2020
in BERITA UTAMA, BUMN
Bahas Ibukota Baru, Erick Thohir Panggil Para Bos BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir. [Foto: MI/Susanto]

ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir melakukan pemangkasan terhadap 51 anak cucu usaha perusahaan pelat merah yang bernaung di bawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara.

Efisiensi dikatakan Erick Thohir harus tetap dijalankan sesuai dengan KPI yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), meskipun ekonomi Tanah Air tengah digempur Corona.

“GCG (good corporate and governance) harus fokus pada inti atau core bisnis, efisiensi yang berkelanjutan, agar kita terus sehat,” ujar ErickThohir saat telekonferensi dengan wartawan, Jum’at (3/4).

BacaJuga

Danantara Bidik Portofolio Global dan Investasi Jangka Panjang

Telkom Siapkan Dividen Hingga 90 Persen dari Laba Bersih 2026

4 Program Utama TASPEN

Panggil Rosan-Bahlil ke Hambalang, Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penutupan BUMN

Pupuk Indonesia Cetak Laba Rp 8,51 Triliun, Transformasi Danantara Jadi Kunci

Danantara Mulai Transformasi RS BUMN dari RSPP

Sebanyak 51 anak cucu BUMN yang dipangkas itu berasal dari 3 perusahaan pelat merah kelas atas, yakni PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero) dan PT Telkom Tbk.

Di Garuda Indonesia, jumlah anak dan cucu usaha yang dipangkas ada 6 perusahaan, di Pertamina ada 25 anak cucu usaha dan di Telkom ada 20 anak cucu usaha.

Salah satu anak cucu perusahaan BUMN yang dipangkas Erick Thohir, yakni PT Garuda Tauberes Indonesia. Perusahaan ini bergerak di sektor pengembangan dan pemrograman aplikasi perdagangan melalui internet.

Nantinya, pemangkasan 51 anak cucu usaha BUMN ini akan menggunakan skema merger, likuidasi, ataupun divestasi.

“Garuda Tauberes online dari kargo, sebenarnya bisnis kargo Garuda sudah ada, kenapa mesti ada swicth off lagi, kan tinggal ditambahkan saja divisi yang ada,” jelasnya.

Sebelumnya Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menyebutkan bahwa, saat ini jumlah perusahaan pelat merah jumlahnya ada 142 perusahaan.

Budi Gunadi Sadikin memperkirakan bahwa 142 perusahaan pelat merah ini mempunyai anak, cucu hingga cicit mencapai lebih dari 1.000 perusahaan.

“Jadi totalnya mungkin ada 1.000-1.200. Kita juga tidak tau angka yang pastinya berapa,” katanya beberapa waktu lalu.

Komentar
Share98Tweet59SendShareShare16Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Telkomsel Luncurkan Logo Baru

Telkom Bentuk Anak Usaha Ekosistem Digital

PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) melalui PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan PT Telkomsel Mitra Inovasi membentuk anak perusahaan baru bernama...

DPR Harap IPO Mitratel Optimalkan Ekonomi Digital Indonesia

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Mohamad Hekal berharap Mitratel sebagai penyedia jaringan serat optik bisa mendorong optimalisasi jaringan 5G...

Albert Burhan Jadi Dirut Pelita Air Service

Albert Burhan Jadi Dirut Pelita Air Service

Albert Burhan dikukuhkan sebagai Direktur Utama PT Pelita Air Service, yang merupakan salah satu anak perusahaan BUMN energy Indonesia, PT...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In