ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan saat ini sudah 6.644 perusahaan swasta yang mendaftar vaksin mandiri atau vaksin gotong royong melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
Pendiri Mahaka Group itu menyebut bahwa nanti, perusahaan akan menyalurkan vaksin tersebut kepada pekerjanya secara gratis.
“Ada 6.664 perusahaan yang daftar (vaksin) mandiri di Kadin. Kebutuhannya kurang lebih 7,5 juta,” kata Erick di acara CNBC Economic Outlook 2021, Kamis (25/2).
Pemerintah menargetkan 70 persen penduduk Indonesia sudah divaksinasi Covid-19 pada Desember 2021 hingga Februari 2022. Dengan demikian, upaya mempercepat pembentukan kekebalan komunitas terhadap virus (herd immunity) bisa tercapai.
“170 juta orang (divaksin) sehingga pada Desember atau Februari bisa 70 persen tuntas,” ujarnya.
Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut sudah ada ‘lubang’ pasokan vaksin mandiri dari China, yang dibuat Sinopharm.
“Saya diperintahkan Presiden untuk cari, yang dekat dengan saya China. Saya sampaikan kami sudah engage dengan Sinopharm. Kita akan alokasikan untuk vaksin mandiri,” katanya.
Luhut mengatakan vaksin Sinopharm akan masuk secara bertahap. Pada akhir Maret diperkirakan akan ada 2 juta dosis yang masuk dan Luhut berupaya meningkatkannya menjadi 3 juta dosis.
“Pasti 2 juta, 3 juta harapan kita. Nanti pegawai-pegawai akan divaksin secara bertahap. Nanti April-Juni 15 juta kita bisa dapat,” ungkapnya.
Selain Sinopharm, tambah Luhut, pasokan vaksin mandiri kemungkinan juga akan datang dari Novavax dan Johnson&Johnson.
“Ini menjadi rebutan, Presiden sudah perintahkan kita duluan. Kita juga sudah bayar,” tegasnya.




















