Berikut ini sunnah Idul Fitri sesuai tuntunan Nabi Muhammad dikutip dari Idul Fithri dalam Alquran karya Ahmad Sarwat.
1. Mandi
Mandi sebelum berangkat ke tempat shalat Idul Fitri atau Idul Adha. Dasarnya adalah atsar yang dilakukan oleh Umar radhiyallahuanhu. Bahwa Abdullah Ibnu Umar ibnul Khattab radhiyallahuanhu mandi pada hari raya fithri sebelum berangkat shalat. Dasar ini memang tidak langsung dari Rasulullah SAW, namun dari praktik shahabat Nabi. Namun Al-Imam An-Nawawi rahimahullah mengomentari bahwa atsar di atas adalah atsar yang shahih, sebagaimana tercantum dalam kitab beliau, Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab.
2. Berparfum
Disunnahkan bagi yang melakukan Shalat Id untuk memakai parfum dan wewangian. Salah satu hikmah karena akan bertemu dengan khalayak banyak dalam kesempatan itu.
3. Berpakaian Terbaik
Disunnahkan mengenakan pakaian dan perhiasan yang terbaik di Hari Raya, khususnya pada saat datang ke tempat shalat .
Dari Jabir radhiyallahu anhu bahwa Nabi SAW memiliki jubah yang dikenakannya pada saat dua hari raya dan hari Jumat. (HR. Al-Baihaqi)
4. Makan Sebelum Shalat
Disunnahkan makan pagi atau sarapan terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri. Dasarnya adalah hadits berikut ini.
Dari Anas bin Malik radliyallahu anhu berkata, “Rasulullah tidak berangkat pada Idul Fitri hingga beliau memakan beberapa kurma. (HR. Bukhari)
Perlu dipahami bahwa kalau disebutkan Rasulullah SAW memakan kurma, maka yang dimaksud tidak lain adalah makan yang sebenarnya. Dalam hal ini Rasulullah SAW sebelum berangkat Shalat Idul Fitri sarapan atau makan pagi terlebih dahulu.
Kurma adalah salah satu bahan makanan pokok sehari-hari orang Madinah, dan bukan sekadar makanan cemilan yang dimakan sebutir dua butir.
5. Bertakbir
Disunnahkan buat orang yang melaksanakan shalat Idul Fitri dan Idul Adha untuk bertakbir. Masyru’iyahnya ada pada Al-Quran Al-Karim. Selain itu juga ada masyru’iyah dari sunnah nabawiyah:
Dahulu orang-orang bertakbir di hari raya ketika mereka keluar dari rumah-rumah mereka hingga sampai di tempat shalat , sampai imam keluar, maka mereka pun diam. Bila imam bertakbir maka mereka pun bertakbir.
6. Beda Jalan Pergi dan Pulang
Disunnahkan mengambil rute yang berbeda antara jalan pergi dan pulangnya.
7. Bertahniah
Disunnahkan untuk bertahniah pada hari Raya Fithr dan Adha, karena keduanya merupakan hari yang dirayakan. Waktunya setelah pelaksanaan shalat ld sebagaimana diriwayatkan dari Jubair bin Nufair radhiyallahuanu, dia berkata:
“Para sahabat Nabi SAW apabila bertemu di hari raya (ld) sebagian dari mereka berkata kepada yang lain: “Taqabbalallahu Minnaa Wa Minkum (Semoga Allah menerima ibadah kita semua)” (HR Al-Muhamili).




















