ASPEK.ID, JAKARTA – Selain rutin menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan di luar negeri, kiprah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di kancah internasional juga terlihat dari karya pembangunannya.
Salah satu BUMN bidang konstruksi, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, pernah mengerjakan proyek jembatan di negara tetangga yakni Timor Leste.
Jembatan yang awalnya dinamakan Jembatan Tono (kini Noefefan) tersebut dibangun pada tahun 2015 dan rampung pada tahun 2017.

Jembatan Noefefan memiliki panjang mencapai 380 meter dengan tinggi 20 meter di atas Sungai Tono di Oecusse, Timor Leste.
Jembatan itu terdiri dari 3 lengkungan panjang, masing-masing panjangnya 120 meter, dan berat sekitar 2.000 ton.

Setelah selesai dibangun, jembatan ini diresmikan pada 10 Juni 2017 oleh presiden Timor-Leste, Francisco Guterres .
Jembatan ini menghubungkan Citrana, Passabe, dan daerah terpencil lainnya di barat Sungai Tono ke ibu kota daerah Pante Macassar.
Jembatan ini memberi akses permanen ke pasar, kapal feri, dan bandara, bahkan pada musim hujan (November hingga April).

Profil Adhi Karya
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) adalah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi ini didirikan pada tahun 1960 dan awalnya bernama rchitecten-Ingenicure-en Annemersbedrijf Associatie Selle en de Bruyn, Reyerse en de Vries N.V. (Associatie N.V.) saat kepemilikikannya masih di bawah Belanda.
Namun sejak tanggal 11 Maret 1960, perusahaan di nasionalisasi dengan tujuan untuk memacu pembangunan infrastruktur di Indonesia. Bisnisnya termasuk layanan konstruksi, EPC, investasi infrastruktur, properti, dan real estate.
Terhitung sejak tanggal 1 Juni 1974, ADHI menjadi Perseroan Terbatas, berdasarkan pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia.
Perusahaan ini merupakan perusahaan konstruksi pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (d.h. Bursa Efek Jakarta) sejak 18 Maret 2004, di mana pada akhir tahun 2003 negara Republik Indonesia telah melepas 49% kepemilikan sahamnya kepada masyarakat melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO).
Selain bergerak di bidang konstruksi, perusahaan juga bergerak d bidang terkait seperti bisnis EPC, dan Investasi untuk meningkatkan daya saing perusahaan dan kekuatan perusahaan di tengah tekanan persaingan dan perang harga pada tahun 2006.
Dalam operasionalnya, ADHI didukung oleh delapan divisi operasi yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri di samping anak-anak perusahaannya seperti Adhi Persada Beton, Adhi Persada Gedung, Adhi Persada Properti, Adhi Commuter Properti dan Dumai Tirta Persada.




















