ASPEK.ID, JAKARTA – Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Arfi Hatim menyatakan rombongan pertama jemaah umrah Indonesia terbang ke Jeddah, Arab Saudi pada Ahad (1/11/2020).
“Iya, confirm. Jemaah dari Indonesia sudah bisa umrah mulai 1 November besok,” kata Arfi, Sabtu (31/10/2020).
Arfi menyebutkan, sistem umrah bersifat Business to Business (B2B) antara penyelenggara umrah swasta di Arab dengan penyelenggara umrah di Indonesia yang bekerja sama untuk proses penerbitan visa. Keberangkatan ini tidak melalui pemerintah, tetapi melalui agen perjalanan yang memberangkatkan jemaah.
“Tapi yang jelas confirm bisa berangkat,” ujar Arfi disadur dari kompas.
Mengenai syarat jemaah yang bisa ke Tanah Suci pada masa pandemi ini, Arfi mengungkapkan, Indonesia mengikuti ketentuan yang dikeluarkan oleh Arab Saudi. Syarat itu di antaranya berusia 18-50 tahun, memiliki PCR/Swab. Di Jeddah, jemaah menjalani isolasi selama tiga hari. Pelaksanaan umrah dapat mendaftar melalui aplikasi pendaftaran umrah online bernama I’tamarna.
“Pelaksanaan umrahnya melalui aplikasi I’tamarna, lalu satu kamar itu maksimal 2 orang. Kemudian, konsumsinya tidak prasmanan, diganti pakai nasi box,” ujar Arfi.
Perjalanan dari Jakarta menuju Jeddah, kata Arfi, hanya dengan maskapai Arab Saudi, Saudia Airlines. Keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta.
“Berangkatnya dari Bandara Soekarno-Hatta. Untuk jumlah penerbangannya saya belum tahu akan ada berapa dalam sehari,” kata Arfi.















