ASPEK.ID, JAKARTA – Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Aceh, Armia Hasan menegaskan Kopi Arabika Gayo bukan lagi kopi organik terbaik di dunia setelah ditolak oleh pasar Uni Eropa sejak setahun terakhir.
Armia sebagaimana dilansir dari laman RRI menuturkan, penolakan itu terjadi karena kondisi Kopi Arabika Gayo tidak dapat lagi disebut organik karena memiliki kadar glifosat melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh negara-negara di Uni Eropa.
“Kalau terbaik harusnya bisa masuk ke semua pasar, tapi kita ditolak Uni Eropa, karena kandungan glifosat kita melebihi ambang batas yang ditetapkan disana, yakni 0,01 mg untuk setiap perkilogram kopi,” katanya dalam webinar dengan tema “Kopi Gayo, Kopi Organik Terbaik di Dunia”, yang diselenggarkan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal dan Kekayaan Negara (DJKN) Aceh, Kamis (29/7/2021).
Sekda Bener Meriah, Haili Yoga mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah pusat terkait keberadaan kopi Gayo yang dikembangkan pada Tiga kabupaten diwilayah Tengah Aceh.
Salah satunya sebut Sekda, terkait pemasaran kopi Gayo ke depan, mengingat akibat pandemi Covid-19 turut membuat harga kopi tidak stabil sehingga menganggu perekonomian masyarakat setempat.
“Saya ingin kegiatan ini bukan hanya ceremony, tapi harus ada eksekusi, terkait langkah-langkah dalam memasarkan kopi Gayo, untuk peningkatan income perkapita masyarakat,” harapnya.























