• Latest
  • Trending
BI Berikan Quantitative Easing untuk Pulihkan Ekonomi dari Covid-19

Begini Cara BI Jaga Cadangan Devisa Tak Turun

Prabowo Resmi Lantik Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri

Kapolri Suyudi Mutasi 19 Kapolda

Jokowi: Tunjukkan KTA PSI, Politik Itu Soal Momentum

Pengamat: 3 Faktor Jokowi Deklarasi Sebagai Anggota PSI

Prabowo Resmi Lantik Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri

Kapolri Suyudi Rombak Sejumlah Jabatan Strategis, Kapolda Metro hingga Kabaharkam Berganti

Alasan Kominfo Blokir Situs TikTok Cash

Survei: 55% WNI Menganggap Medsos Merugikan Demokrasi

Segini Gaji 26 Anggota Wantimpres

Segini Gaji 26 Anggota Wantimpres

KRL Anjlok Saat Masuk Stasiun Jakarta Kota

Beli KRL Eks Jepang, Danantara Bahas dengan Menhub

Daftar 5 Eks Menko Masuk Wantimpres Era Prabowo

Daftar 5 Eks Menko Masuk Wantimpres Era Prabowo

Kejagung Telusuri Aset Eks Stafsus Nadiem Meski Masih Buron

Kejagung Sita Pesawat hingga Helikopter di Kasus Korupsi Motor Listrik BGN

Daftar Lengkap Wantimpres Prabowo, Ada Rocky Gerung hingga Jusuf Hamka

Daftar Lengkap Wantimpres Prabowo, Ada Rocky Gerung hingga Jusuf Hamka

Ganti Qodari, Prabowo Tunjuk Syahganda Nainggolan Pimpin Bakom RI

Ganti Qodari, Prabowo Tunjuk Syahganda Nainggolan Pimpin Bakom RI

Anak Usaha Pertamina TUGU Angkat Komisaris Independen Baru

Anak Usaha Pertamina TUGU Angkat Komisaris Independen Baru

Dato Sri Tahir Bantah Soal Kredit Jumbo Bank Mayapada

Prabowo Lantik Wantimpres ini Prediksi Anggotanya

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Oktober 3, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Begini Cara BI Jaga Cadangan Devisa Tak Turun

by Aspek
November 22, 2022
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, NEWS, PERBANKAN
BI Berikan Quantitative Easing untuk Pulihkan Ekonomi dari Covid-19

Bank Indonesia. [Foto: Istimewa/HO]

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan yang signifikan hingga kuartal III/2022 guna menopang stabilitas nilai tukar rupiah. Perry mengatakan, BI telah berupaya mati-matian menjaga stabilitas nilai tukar. Hal ini tercermin dari cadangan devisa yang turun hingga US$130,8 miliar pada kuartal III/2022.

“Kami melakukan intervensi dalam jumlah yang besar, itulah kenapa cadangan devisa turun dari US$139,9 miliar menjadi sekitar US$130,1 miliar,” katanya dalam rapat kerja bersama dengan Komisi XI DPR RI, Senin (21/11/2022).

BacaJuga

Kapolri Suyudi Mutasi 19 Kapolda

Pengamat: 3 Faktor Jokowi Deklarasi Sebagai Anggota PSI

Kapolri Suyudi Rombak Sejumlah Jabatan Strategis, Kapolda Metro hingga Kabaharkam Berganti

Survei: 55% WNI Menganggap Medsos Merugikan Demokrasi

Beli KRL Eks Jepang, Danantara Bahas dengan Menhub

Daftar 5 Eks Menko Masuk Wantimpres Era Prabowo

Perry mengatakan, BI akan terus mengupayakan agar posisi cadangan devisa Indonesia tidak kembali turun,  salah satunya adalah menahan devisa hasil ekspor lebih lama di dalam negeri, melalui kebijakan devisa hasil ekspor (DHE).

“Kami akan terus memutar otak supaya [devisa] para eksportir bisa stay longer di dalam negeri dan mekanisme ini, bu Destry terus bernegosiasi dengan para perbankan dan eksportir supaya meningkat dan mengupayakan cara lain agar cadangan devisa tidak turun,” jelasnya.

Dia mengatakan BI juga terus berkoordinasi dengan pemerintah, perbankan, dan sektor riil, untuk menyiapkan insentif, yang itu dengan menawarkan tingkat suku bunga yang lebih menarik.

 “Kami sudah diskusikan, sehingga akan bisa direalisasikan, sehingga [hasil devisa ekspor] tidak hanya masuk sebentar lalu pergi, jadi bisa lebih lama  dengan mekanisme suku bunga,” kata Perry.

Dia mengatakan, nilai tukar rupiah hingga 16 November 2022 terdepresiasi sebesar 8,6 persen. Namun, menurutnya tingkat depresiasi tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan mata uang negara lainnya. 

“Kami terus lakukan langkah mati-matian untuk melakukan stabilisasi nilai tukar agar imported inflation tidak terlalu tinggi, stabilitas moneter dan keuangan terjaga, kondisi korporasi juga baik,” tuturnya.

Komentar
Share22Tweet14SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Harga Cabai Rawit Makin Pedas, Tembus Rp 90.050/Kg

BI: Program Ketahanan Pangan Nasional Ikut Berdampak Terjaganya Inflasi September 2026

  ASPEK.ID, JAKARTA - Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso menyampaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada...

Capital Inflow Indonesia Rp4,37 Triliun, Kepercayaan Global Meningkat

BI: Syarat Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen pada 2027

ASPEK.ID, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) membeberkan syarat agar pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 6% pada 2027. Salah satu kuncinya adalah...

Rekam Jejak Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Pilihan Prabowo

Destry: Cadangan Devisa RI Aman di Atas Standar Internasional

  ASPEK.ID, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mencatat posisi cadangan devisa Indonesia hingga akhir Agustus mencapai US$146,5...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In