• Latest
  • Trending

Hippocampus Penyebab Orang Telat

Kapolri Kembali Mutasi 199 Pati dan Pamen: dari Wakabaintelkam hingga 3 Kapolda

Kapolri Kembali Mutasi 199 Pati dan Pamen: dari Wakabaintelkam hingga 3 Kapolda

Rajin Minum Air Putih Kok Bisa Batu Ginja?

Rajin Minum Air Putih Kok Bisa Batu Ginja?

Hotel di Mandalika Penuh, Belum Ada Keluhan soal Harga

Pembalap  Spanyol Kecelakaan di Sirkuit Mandalika, Helikopter Terbangkan ke RS

Mengapa Kita Cenderung Memilih Tempat Duduk yang Sama?

Mengapa Kita Cenderung Memilih Tempat Duduk yang Sama?

Boneka Unta Oleh-oleh Haji di Arab Buatan Indonesia

Boneka Unta Oleh-oleh Haji di Arab Buatan Indonesia

Minggu, Prabowo-Presiden Mesir El-Sisi Akan Teken MoU Visa dan Lain-lain

Minggu, Prabowo-Presiden Mesir El-Sisi Akan Teken MoU Visa dan Lain-lain

Kandungan Gizi tak Sesuai Label, 3 Merek Beras Ditarik dari Peredaran

Ekonom: Beras Premium Langka di Ritel Modern

Hotel di Mandalika Penuh, Belum Ada Keluhan soal Harga

MotoGP Mandalika Serap 9.000 Pekerja, UMKM Lokal Ikut Ketiban Berkah

Tolak Privasi, WA Tak Bisa Diakses Mulai 15 Mei

Tips Ganti Nomor HP Tanpa Hilang Chat di WA

BGN Uji MBG Prasmanan Ala Sekolah di Jepang

Pemerintah Tolak Tuduhan Komnas HAM Pelaksanaan MBG Langgar HAM

Malaysia Putuskan Bergabung dengan BRICS

Anwar Ibrahim HP Prabowo Bahas Kabut Asap

Iuran BPJS Kesehatan Resmi Naik Dua Kali Lipat

Daftar 21 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Kesehatan

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Oktober 11, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Hippocampus Penyebab Orang Telat

by Aspek
April 6, 2023
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, LIFESTYLE, NEWS

Kebiasaan terlambat rupanya berkaitan dengan area di otak yang disebut hippocampus serta banyak faktor lain. Bagaimana biasa?

Melansir Live Science, kebiasaan terlambat disebabkan oleh beberapa faktor seperti persepsi soal waktu, manajemen waktu, dan kepribadian.

BacaJuga

Kapolri Kembali Mutasi 199 Pati dan Pamen: dari Wakabaintelkam hingga 3 Kapolda

Rajin Minum Air Putih Kok Bisa Batu Ginja?

Pembalap  Spanyol Kecelakaan di Sirkuit Mandalika, Helikopter Terbangkan ke RS

Mengapa Kita Cenderung Memilih Tempat Duduk yang Sama?

Boneka Unta Oleh-oleh Haji di Arab Buatan Indonesia

Minggu, Prabowo-Presiden Mesir El-Sisi Akan Teken MoU Visa dan Lain-lain

“Sepertinya ada mekanisme di dalam otak yang menyebabkan beberapa orang terlambat untuk rapat karena mereka meremehkan waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke tujuan,” kata profesor neurosains kognitif di University College London, Hugo Spiers.

Hippocampus adalah bagian otak yang memproses beberapa hal seperti waktu, contohnya saat harus mengingat kapan harus melakukan sesuatu dan berapa lama waktu yang dibutuhkan.

Sebuah riset yang dipublikasikan di jurnal Nature Reviews Neuroscience memperkirakan, neuron di hippocampus bertindak sebagai ‘sel waktu’ yang berkontribusi terhadap persepsi manusia dan memori terkait sebuah peristiwa.

Namun alasan mengapa beberapa orang kerap meremehkan waktu masih belum jelas. Satu faktor yang mungkin familiar adalah soal seberapa paham seseorang terhadap sebuah wilayah.

Pada sebuah studi tahun 2017, Spiers menanyakan 20 mahasiswa yang baru saja pindah ke London. Ia meminta mereka untuk menggambar peta distrik kampus mereka dan mengestimasi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan berbeda.

Hasilnya, semakin kenal seorang mahasiswa terhadap sebuah area, semakin berkurang kerumitan yang diperoleh untuk mencapainya.

“Jika Anda familiar dengan sebuah tempat, Anda mulai mengurangi kerumitan untuk mencapainya,” kata Spiers dikutip dari cnnindonesia,  Kamis (6/4/2023).

Dalam beberapa kasus, orang-orang yang terlambat mungkin tidak menghitung waktu di luar yang dibutuhkan untuk perjalanan. Contohnya adalah saat harus bersiap di pagi hari.

Sebuah riset yang dipublikasikan di jurnal Memory & Cognition mengungkap, estimasi biasanya dibuat berdasarkan kepada pengalaman masa lalu terhadap sebuah tugas yang sama. Sayangnya, memori dan persepsi tidaklah selalu akurat.

“Jika kita punya banyak pengalaman dalam menyelesaikan sebuah tugas, kita akan cenderung meremehkan waktu yang dibutuhkan untuk menuntaskannya,” kata Emily Waldum selaku asisten profesor di Campbell University.

Emily mencontohkan, beberapa orang salah mengestimasi waktu yang dibutuhkan untuk menuntaskan sebuah tugas berdasarkan jumlah lagu yang mereka dengarkan saat melakukannya.

Para remaja juga cenderung membesar-besarkan perkiraan waktu mereka jika mereka mendengar empat lagu pendek dibandingkan dengan dua lagu yang lebih panjang.

Faktor lain yang berpengaruh adalah soal kerumunan. Pada studi yang dipublikasikan di jurnal Virtual Reality, periset meminta para partisipan mengestimasi jumlah dari kerumunan dalam sebuah perjalanan menggunakan kereta bawah tanah.

Dari penelitian tersebut, periset menemukan orang di kerumunan merasa mereka butuh 10 persen waktu lebih lama daripada saat kosong. Hal itu diduga berkaitan dengan pengalaman tidak mengenakkan.

Faktor lain berkaitan dengan kepribadian. Ciri-ciri kepribadian tertentu seperti berkurangnya kesadaran bisa menyebabkan seseorang melupakan tugas yang telah direncanakan sebelumnya. “Faktor lain yang mungkin berpengaruh terhadap ketepatan waktu seseorang adalah seberapa rentan mereka melakukan banyak tugas,”kata Waldum.

Terakhir, beberapa orang susah untuk tepat waktu karena mereka sengaja menunda tugas atau yang lebih sering disebut procrastination.

“Keterlambatan bisa menjadi sindrom procrastination,” kata profesor psikologi di Durham University, Fuschia Sirois.

Komentar
Share22Tweet14SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Mengapa Kita Cenderung Memilih Tempat Duduk yang Sama?

Mengapa Kita Cenderung Memilih Tempat Duduk yang Sama?

  ASPEK.ID, JAKARTA –  Memilih kursi favorit saat memasuki ruangan, meski masih banyak tempat duduk lain yang kosong menjadi kebiasaan...

Mengapa Mulut Terbuka saat Tidur?

Kurang Gerak Picu Penurunan Fungsi Otak

Dilansir dari Real Simple, Rabu (12/8/2026), otak manusia bisa mengalami penurunan aliran darah ketika mereka menghabiskan sebagian besar waktu bangunnya...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In