• Latest
  • Trending

Jurusan IPA, IPS, & Bahasa di SMA DIhapus

LRT Cibubur-Cawang Segera Uji Coba

Subsidi Transjakarta, MRT & LRT di Jakarta Habiskan Rp6,5 Triliun

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

BGN Percepat Buka Dapur di Daerah 3T

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Eks Mendag Lufti: Perusahaan Berkantor di Singapura Terlibat Karhutla di RI

Ini Program Prioritas Rosan Roeslani Wamen BUMN

2 Tahun Prabowo-Gibran Investasi Rp3.923 Triliun Serap 5 Juta Pekerja

Kabar Duka, Mantan KSAD di Era Tiga Presiden Dikabarkan Meninggal Dunia

Jenderal (Purn) Subagyo HS Dimakamkan di Taman Kalibata

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

2 Tahun Prabowp-Gibran 20 Oktober Mahasiswa Demo di 2 Lokasi

Kabar Duka, Mantan KSAD di Era Tiga Presiden Dikabarkan Meninggal Dunia

Kabar Duka, Mantan KSAD di Era Tiga Presiden Dikabarkan Meninggal Dunia

Capital Inflow Indonesia Rp4,37 Triliun, Kepercayaan Global Meningkat

Survei BI: Aktivitas Bisnis RI Tetap Tumbuh, tapi Melambat

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Maruli Simanjutak Terima Jabatan Kepala BNPP

Maruli Simanjutak Terima Jabatan Kepala BNPP

3 Juta Warga RI Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78%

DPR Desak Menhut Mundur Jika Tak Bisa Tangani Karhutla

Prabowo: Danantara Wajib Bantu Lanjutkan Proyek LRT Jakarta

Pemgamat: Komunikasi Prabowo Semakin Baik

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Oktober 20, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Jurusan IPA, IPS, & Bahasa di SMA DIhapus

by Aspek
Juli 18, 2024
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, LIFESTYLE, NEWS

Jakarta  –  Kepala Badan Standar Nasional Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbud Ristek, Anindito Aditomo, mengumumkan bahwa jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di tingkat SMA seluruh Indonesia sudah tidak ada lagi.

Keputusan ini diambil sebagai bagian dari Kurikulum Merdeka yang bertujuan mengembangkan minat dan bakat siswa hingga kelas 10.  Selain itu, memberikan kebebasan pada kelas 11 untuk memilih mata pelajaran sesuai minat mereka. Anindito menjelaskan, bahwa penghapusan jurusan ini dilakukan untuk mengatasi ketidakadilan yang selama ini terjadi.

BacaJuga

Subsidi Transjakarta, MRT & LRT di Jakarta Habiskan Rp6,5 Triliun

BGN Percepat Buka Dapur di Daerah 3T

Eks Mendag Lufti: Perusahaan Berkantor di Singapura Terlibat Karhutla di RI

2 Tahun Prabowo-Gibran Investasi Rp3.923 Triliun Serap 5 Juta Pekerja

Jenderal (Purn) Subagyo HS Dimakamkan di Taman Kalibata

2 Tahun Prabowp-Gibran 20 Oktober Mahasiswa Demo di 2 Lokasi

Banyak orangtua yang cenderung memilih jurusan IPA untuk anak-anak mereka karena dianggap memiliki lebih banyak pilihan program studi di perguruan tinggi.

“Salah satunya itu (karena orangtua rata-rata memilihkan anaknya masuk IPA). Kalau kita jurusan IPA kita bisa memilih jurusan lain,” ujar Anindito kepada awak media pada Rabu (17/7) dikutip dari Radar Jawa Pos.

Orangtua biasanya beranggapan rasional bahwa jurusan IPA memberikan lebih banyak peluang baik di masa depan.

Selain itu, banyak siswa jurusan IPA yang mengambil program studi yang biasanya dipilih oleh siswa jurusan IPS dan Bahasa, sehingga kuota untuk siswa IPS dan Bahasa semakin berkurang.

Baca Juga: Meninggal Saat Bertugas di Papua; Keluarga Duga Ada Kejanggalan atas Kematian Serda I Gede Didin Saputra

Maka dari itu, untuk mengatasi masalah tersebut kurikulum merdeka memberikan fleksibilitas kepada siswa untuk memilih mata pelajaran berdasarkan minat dan bakat mereka mulai dari kelas 11.

“Sedang kami lakukan evaluasi saat ini yaitu peningkatan versinya, dengan melengkapi 24 fitur lainnya. Dimungkinkan namanya berubah. Namun intinya kami tingkatkan layanannya,” tambah Anindito.

Sistem baru ini memungkinkan siswa fokus belajar sesuai keinginan mereka, sehingga akan lebih mudah membantu mereka meraih masa depan yang lebih baik.

Setelah memilih mata pelajaran yang diminati, siswa akan menjalani pembelajaran wajib di hampir separuh waktu di sekolah, sementara sisa waktu digunakan untuk fokus pada pelajaran yang sudah dipilih.

“Fokusnya pada yang dia minat dan dia perlukan untuk karier,”  kata Anindito.

Komentar
Share36Tweet23SendShareShare6Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

10 SMA Terbaik di Indonesia Versi Nilai Rerata UTBK

ASPEK.ID, JAKARTA - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengumumkan 1.000 SMA/sederajat terbaik se-Indonesia. Daftar ini dibuat berdasarkan nilai rerata...

Fokus SDM, Waskita Karya Latih 350 Siswa SMA

ASPEK.ID, JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali menggelar Seminar Kebangsaan bekerja sama dengan Kodam Jaya/Jayakarta di Aula Ahmad Yani,...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In