ASPEK.ID, JAKARTA – Sosok pilot pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1), dikenal sebagai pribadi yang sangat mencintai keluarga. Kapten Andy Dahananto disebut memiliki kebiasaan rutin melakukan video call dengan keluarga sebelum dan sesudah terbang.
Rutinitas tersebut terakhir kali dilakukan pada Jumat pagi, 16 Januari 2026, sebelum pesawat lepas landas. Hal itu disampaikan oleh adik kandung Kapten Andy, Agus Mahardiyanto, saat ditemui di rumah duka di Perumahan PWS RT 06/03, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin (19/1).
“Komunikasi terakhir itu pada hari Jumat jam 8 pagi sebelum take-off seperti biasa, di Jogja beliau kontak, beliau call,” ujar Agus, dikutip dari Liputan6.com, Senin (19/1).
Menurut Agus, kesibukan jadwal terbang tak pernah menjadi penghalang bagi sang kakak untuk tetap terhubung dengan keluarga. Jika tidak sempat sebelum terbang, Kapten Andy akan menghubungi keluarga setelah mendarat di kota tujuan.
“Itu rutin dilakukan selama puluhan tahun oleh beliau, tidak pernah absen,” katanya.
Kekhawatiran keluarga mulai muncul saat Kapten Andy tak kunjung memberi kabar hingga pukul 13.17 WIB. Padahal, berdasarkan jadwal, pesawat seharusnya mendarat pada pukul 12.17 WIB.
“Nah itu yang membuat kami semua khawatir. Dari pihak perusahaan juga sudah menghubungi kami, menyampaikan bahwa terjadi lost contact,” jelas Agus.
Meski demikian, keluarga berusaha tetap berpikir positif sambil menunggu kabar dan memantau proses pencarian. Agus menyebut kondisi hilang kontak dalam dunia penerbangan bukanlah hal yang sepenuhnya asing.
“Tidak lain harapan kami adalah mujizat. Mukjizat yang mungkin ya luar biasa sekali, apabila dengan mungkin rekan-rekan melihat kondisi pesawat, wing-nya sudah begitu (hancur), tapi saya rasa mujizat Allah bisa melebihkan,” ujarnya.
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 milik maskapai IAT dinyatakan hilang kontak saat melintas di kawasan pegunungan Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, ketika hendak mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Informasi terbaru dari tim SAR gabungan menyebutkan, dua jenazah telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Proses pencarian dan identifikasi korban masih terus berlangsung. []











