• Latest
  • Trending

OYO Dikecam di India

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Anas: 2 Agenda Mendesak Prabowo-Gibran di Tahun Ketiga

Bursa Asia Menguat, IHSG Ikut Meroket di Awal Perdagangan

Cegah Bursa RI Turun ke Standalone Market, DEN Beri Saran ke Prabowo

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

Sempat Menguat, IHSG Hari Ini Melemah

Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc Usut BUMN Bermasalah di Masa Lalu

Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Sore Ini

85% Pekerja Profesional Indonesia Cari Kerja Baru di 2024

UNDP: 800 Juta Anak Muda Hadapi Masa Depan Tanpa Kerja

WFH ASN Resmi Berlaku, Perjalanan Dinas Dipangkas hingga 70%

Menkeu Pastikan Gaji PNS Dibayar Melalui Bank Bukan Kopdes

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

6 Aktivis Greenpeace Bebas Setelah Diperiksa 12 Jam

Jelang RUPS, Ini Rumor Nama-nama Petinggi PLN

Kerugian Negara Padam Listrik di Batam-Bintan Ditaksir Rp57,3 Miliar

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

2 Tahun Prabowo-GIbran: Masalah Ekonomi Picu Ketidakpuasan Publik

Wapres Gibran Dorong WALUBI Penguatan Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

Wapres Gibran Dorong WALUBI Penguatan Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Pemadaman Listrik di Batam

Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Pemadaman Listrik di Batam

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

6 Aktivis Greenpeace Dibawa ke Biddokkes Polda Metro

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

OYO Dikecam di India

by Aspek
Oktober 9, 2019
in EKONOMI

ASPEK.ID, JAKARTA – 10.000 pemilik hotel di India yang bermitra dengan Oyo Hotels and Homes (OYO) startup yang menawarkan penginapan kelas menegah, mengeluhkan kenaikan biaya bagi hasil yang dilakukan secara sepihak.

Menurut mitra OYO, perusahaan sering kali menurunkan harga di tengah kondisi ekonomi yang melambat.

OYO membebani hotel dengan biaya waralaba sekitar 20 persen untuk pendapatan kamar ketika hotel bergabung dengan jaringannya.

BacaJuga

Menkeu Pastikan Gaji PNS Dibayar Melalui Bank Bukan Kopdes

Menko Airlangga: Banyak yang Tak Suka RI Maju Seperti IMF

2 Tahun Jadi RI 1, Kekayaan Prabowo Nambah Jadi Rp 2,066 Triliun

BGN Percepat Buka Dapur di Daerah 3T

2 Tahun Prabowo-Gibran Investasi Rp3.923 Triliun Serap 5 Juta Pekerja

Survei SMRC: 50,8% Masyarakat Menilai Ekonomi Sangat Buruk

Beberapa operator hotel India lainnya mengatakan startup yang didukung oleh Softbank tersebut sering kali mengambil biaya waralaba hampir setengahnya atau lebih. Umumnya, tindakan ini tidak dicantumkan dalam perjanjian sebelumnya.

Softbank telah menginvestasikan lebih dari US$1 miliar di OYO melalui Vision Fund. OYO hingga saat ini belum membukukan keuntungan.

Sebulan yang lalu, perusahaan harus menghadapi tuntutan dari asosiasi yang mewakili operator hotel di Bengaluru atas tuduhan penahanan dana akibat kenaikan biaya yang tidak adil.

Hal yang sama dilakukan oleh dua hotel di bagian utara Karnataka. Keduanya melaporkan Oyo atas keputusan kenaikan komisi yang dilakukan secara sepihak. Dua hotel itu menuduh CEO OYO Ritesh Agarwal melakukan penipuan.

Agarwal berhasil mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Karnataka untuk satu kasus di Bengaluru.

OYO membantah tuduhan itu dan mengatakan Agarwal menolak mengomentari pengaduan hukum tersebut. Perusahaan mengklaim selalu mendorong integritas, transparansi dan komitmen tinggi dengan para mitranya.

Agarwal mengatakan operator hotel yang telah mengajukan keluhan mewakili sebagian kecil dari jaringan OYO dan berusaha untuk mendorong harga lebih tinggi dengan mengorbankan konsumen.

“Secara tahunan, OYO dapat mempertahankan 99 persen dari pemilik asetnya. Jika, misalnya, orang tidak senang, tingkat retensi kami akan lebih rendah,” kata Agarwal kepada Reuters dikutip dari Sindonews, Selasa (8/10/2019).

Softbank yang memiliki 45 persen saham di OYO menolak mengungkapkan pernyataan terkait kasus ini.

Komentar
Share205Tweet128SendShareShare36Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Hotel di Mandalika Penuh, Belum Ada Keluhan soal Harga

Hotel di Mandalika Penuh, Belum Ada Keluhan soal Harga

    ASPEK.ID, MANDALIKA - Okupansi kamar hotel di di Nusa Tenggara Barat selama ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia...

Cegah QRIS Palsu di Masjid, Ini Saran untuk Jamaah

RI Dorong QRIS Bisa Dipakai Antarnegara BRICS

Jakarta - Staf Khusus Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Tri Tharyat mengatakan Indonesia mendorong kerja sama sistem pembayaran digital antarnegara BRICS....

Prabowo Dorong Negara BRICS Mengubah Kelemahan Menjadi Kekuatan

Prabowo Bawa 3 Pesan Utama di KTT BRICS

ASPEK.ID, JAKARTA, – Presiden Prabowo Subianto membawa tiga pesan utama Indonesia dalam KTT BRICS 2026, yang menitikberatkan pada kemandirian nasional,...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In