ASPEK. ID, AMERIKA – Starbucks akan menutup 250 gerai di Amerika Serikat (AS) dan Kanada pekan ini. Penutupan dilakukan terhadap gerai yang dinilai tidak menguntungkan dan menjadi bagian dari upaya pemulihan bisnis di bawah CEO Brian Niccol.
Dilansir dari Yahoo Finance, Jumat (25/9/2026), rencana tersebut disampaikan Chief Operating Officer (COO) Starbucks Mike Grams melalui surat kepada karyawan pada Kamis.
Penutupan 250 gerai akan mengurangi jumlah gerai Starbucks di Amerika Utara sekitar 1 persen.
“Kami telah meninjau dengan cermat portofolio kedai kopi kami di Amerika Utara dan mengidentifikasi lokasi-lokasi yang menurut kami tidak dapat secara konsisten memberikan pengalaman yang kami inginkan bagi pelanggan dan mitra, atau lokasi yang tidak memiliki prospek untuk mencapai kinerja keuangan yang dapat diterima,” tulis Grams kepada karyawan dilansir dari Kompas.
Langkah tersebut dilakukan hampir tepat setahun setelah Starbucks melakukan kebijakan serupa. Saat itu, perusahaan juga mengurangi jumlah gerai sekitar 1 persen sebagai bagian dari restrukturisasi.
Starbucks memiliki 18.371 gerai di Amerika Utara pada kuartal terakhir. Jumlah tersebut turun dari 18.734 gerai pada periode yang sama setahun sebelumnya.
Namun, Starbucks tidak hanya menutup gerai. Perusahaan juga melakukan renovasi pada sejumlah lokasi yang masih dipertahankan.
Starbucks mengumumkan rencana mempercepat renovasi gerai di AS dan Kanada.
Desain baru tersebut akan mengembalikan kursi serta menciptakan suasana kafe yang lebih nyaman.
Starbucks menargetkan sedikitnya 1.500 gerai mendapatkan pembaruan atau “uplifts” hingga akhir tahun fiskal 2026. Program tersebut akan diperluas lagi pada tahun fiskal 2027.
















