ASPEK.ID, JAKARTA – Berikut daftar 10 orang terkaya di Indonesia pada akhir September 2026: versi Frbes Real-Time Billionaires pada Minggu (27/9/2026) disadur dari Kompas.
1. Low Tuck Kwong
Low Tuck Kwong memiliki kekayaan 16,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 300,72 triliun. Forbes menjuluki Low sebagai “coal king” atau raja batu bara karena sebagian besar kekayaannya berasal dari bisnis tersebut. Ia merupakan pendiri Bayan Resources, perusahaan pertambangan batu bara yang didirikan pada 2004.
2. Prajogo Pangestu
Prajogo Pangestu mrmiliki kekayaan mencapai 15,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 281,03 triliun. Prajogo membangun bisnisnya dari sektor kayu pada akhir 1970-an sebelum melakukan diversifikasi ke industri petrokimia dan energi. Forbes mencatat Barito Pacific mengakuisisi 70 persen perusahaan petrokimia Chandra Asri pada 2007. Chandra Asri kemudian berkembang menjadi salah satu produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia.
3. Robert Budi Hartono
Robert Budi Hartono memiliki kekayaan mencapai 15,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 277,45 triliun. Budi Hartono dan saudaranya, Michael Hartono, memperoleh sebagian besar kekayaan dari kepemilikan mereka di Bank Central Asia (BCA).
Keluarga Hartono sebelumnya membangun kekayaan melalui bisnis rokok Djarum. Namun, bisnis keluarga Hartono kini semakin terdiversifikasi.
Selain BCA dan Djarum, keluarga tersebut memiliki Global Digital Niaga, perusahaan yang menaungi platform e-commerce Blibli.
4. Anthony Salim
Anthony Salim memiliki kekayaan mencapai 10,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 191,53 triliun. Salim merupakan pimpinan Salim Group yang memiliki bisnis di berbagai sektor, mulai dari makanan, ritel, perbankan, telekomunikasi hingga energi.
Ia juga menjabat CEO Indofood, salah satu produsen mi instan terbesar di dunia. Forbes mencatat Salim Group memiliki kepentingan di First Pacific yang terdaftar di Hong Kong, dengan investasi antara lain di Indofood dan perusahaan telekomunikasi Filipina PLDT.
5. Tahir dan keluarga
Tahir dan keluarga memiliki kekayaan 9,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 168,26 triliun.
Kekayaan tersebut berasal dari bisnis Mayapada Group yang bergerak di bidang perbankan, kesehatan, media, dan properti. Forbes mencatat keluarga Tahir memiliki saham di Bank Mayapada dan Maha Properti Indonesia. Tahir juga memiliki sejumlah properti di Singapura melalui perusahaan properti yang tercatat di bursa negara tersebut.
6. Sri Prakash Lohia
Sri Prakash Lohia memiliki kekayaan mencapai 8,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 155,73 triliun. Lohia merupakan pengusaha yang membangun kekayaannya melalui industri petrokimia.
Sebagian besar kekayaannya berasal dari bisnis pupuk dan polimer. Bersama ayahnya, ia mendirikan Indorama Corp pada 1970-an yang awalnya bergerak sebagai produsen benang pintal. Baca juga: Milyader Malaysia Bangun Pembangkit Listik Tenaga Gas 5,2 GW yang Menjangkau Seluruh Asia Tenggara
7. Otto Toto Sugiri
Otto memiliki kekayaan mencapai 8,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 144,99 triliun.
Sebagian besar kekayaannya berasal dari bisnis pusat data melalui PT DCI Indonesia Tbk. Otto merupakan salah satu pendiri sekaligus CEO DCI Indonesia yang didirikan pada 2011.
8. Marina Budiman
Marina Budiman memiliki kekayaan mencapai 5,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 103,82 triliun.
Marina merupakan salah satu pendiri sekaligus presiden komisaris DCI Indonesia.
Ia mendirikan perusahaan tersebut bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia pada 2011.
Sebelum masuk ke bisnis pusat data, Marina bekerja bersama Otto Sugiri di Bank Bali dan kemudian bergabung dengan perusahaan teknologi Sigma Cipta Caraka. Pada 1994,
Marina juga ikut mendirikan Indonet yang disebut Forbes sebagai salah satu penyedia layanan internet pertama di Indonesia.
9. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono Lim Hariyanto Wijaya Sarwono menempati posisi kesembilan dengan kekayaan mencapai 4,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 85,92 triliun.
Keluarga Lim memiliki mayoritas saham perusahaan perkebunan kelapa sawit Bumitama Agri yang tercatat di Singapura, dengan perkebunan berada di Indonesia. Keluarga tersebut juga memiliki Harita Group yang bergerak di sejumlah sektor, termasuk pertambangan bauksit dan pengolahan nikel.
10. Theodore Rachmat Theodore Rachmat dengan kekayaan mencapai 4,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 82,34 triliun.
Rachmat merupakan pendiri Triputra Group yang didirikan pada 1998. Kelompok usaha tersebut memiliki bisnis di sektor pertanian, manufaktur, dan pertambangan. Ia juga memiliki saham minoritas di perusahaan batu bara Alamtri Resources Indonesia, yang sebelumnya bernama Adaro Energy.
Rachmat menjabat sebagai wakil komisaris utama perusahaan tersebut.
















