ASPEK.ID, JAKARTA – Mabes Polri mengambil alih penanganan kasus kecelakaan maut KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa. Penyidikan kini dilanjutkan Direktorat Polisi Perairan Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolair Korpolairud) Baharkam Polri.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan pelimpahan perkara dilakukan dari Polda Kalimantan Selatan ke Baharkam Polri sebagai bagian dari kelanjutan proses penegakan hukum.
“Untuk proses perkaranya, saat ini telah dilimpahkan ke Mabes Polri melalui Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” kata Johnny dalam keterangan tertulis, Senin (28/9/2026).
Johnny menjelaskan, sejak awal Mabes Polri telah memberikan asistensi dalam penanganan tragedi tersebut. Pendampingan dilakukan mulai dari operasi pencarian dan pertolongan, evakuasi korban, proses identifikasi, hingga penyelidikan dan penyidikan.
Sebelum perkara dilimpahkan, penyidik Polda Kalimantan Selatan telah memeriksa nahkoda, anak buah kapal (ABK), serta sejumlah pihak yang berkaitan dengan pelayaran KM Virgo Transport 8.
Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengungkap kronologi kejadian sekaligus mencari penyebab utama kecelakaan kapal yang menelan banyak korban jiwa tersebut.
“Penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara profesional dengan melibatkan dan berkoordinasi bersama stakeholder terkait, sehingga setiap fakta yang ditemukan dapat menjadi bagian dari proses penanganan perkara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Polri memastikan proses hukum akan berjalan secara transparan dan sesuai prosedur. Hasil penyidikan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
“Polri akan melanjutkan proses perkara untuk memperoleh fakta hukum secara utuh dan menentukan langkah selanjutnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tutup Johnny.
KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Kapal tersebut berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9/2026).
Kapal diduga mengalami cuaca buruk sebelum akhirnya ditemukan pada hari yang sama dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Hingga Senin (28/9/2026), Basarnas mencatat sebanyak 175 penumpang telah ditemukan. Dari jumlah itu, 108 orang selamat, 67 orang meninggal dunia, sementara 68 korban lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan. []
















