ASPEK.ID – Raja Maroko Mohammed VI menunjuk Fatima Ezzahra El Mansouri sebagai perdana menteri (PM) baru. Penunjukan tersebut mencatat sejarah karena El Mansouri menjadi perempuan pertama yang memimpin pemerintahan Maroko.
Dikutip dari Al Jazeera, Rabu (30/9/2026), penunjukan El Mansouri diumumkan melalui pernyataan resmi kerajaan Maroko. Ia mendapat mandat untuk membentuk pemerintahan baru.
El Mansouri menyebut penunjukan tersebut sebagai momen bersejarah bagi Maroko. Ia juga mengatakan pencapaiannya merupakan kebanggaan bagi perempuan di negaranya.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah negara kita, seorang perempuan mengemban tanggung jawab memimpin pemerintahan,” kata El Mansouri.
“Ini adalah sumber kebanggaan bukan hanya bagi saya, tetapi bagi semua wanita Maroko,” sambungnya.
Dengan penunjukan tersebut, El Mansouri menjadi perempuan kedua yang menjabat sebagai perdana menteri di dunia Arab. Sebelumnya, posisi tersebut pernah diemban Najla Bouden yang menjadi PM Tunisia pada Oktober 2021 hingga Agustus 2023.
Profil Fatima Ezzahra El Mansouri
Fatima Ezzahra El Mansouri lahir di Marrakesh pada 1976. Ia menempuh pendidikan di bidang hukum dan kemudian memperoleh diploma lanjutan dari Universitas Montpellier, Prancis.
Karier politik El Mansouri dimulai sejak usia relatif muda. Pada 2009, ia mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat wali kota Marrakesh.
Setelah masa jabatan pertamanya berakhir, El Mansouri kembali memimpin dewan kota Marrakesh usai pemilihan umum pada 2021.
Pengalamannya di dunia politik juga mencakup parlemen. El Mansouri terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Maroko dalam beberapa periode berturut-turut.
Kariernya kemudian berlanjut ke pemerintahan pusat. Pada Oktober 2021, El Mansouri ditunjuk sebagai Menteri Perencanaan Tata Ruang Nasional, Pembangunan Perkotaan, Perumahan, dan Kebijakan Perkotaan.
Pengalaman di tingkat pemerintahan daerah, parlemen, hingga kabinet tersebut menjadi bagian dari perjalanan politik El Mansouri sebelum akhirnya dipercaya Raja Mohammed VI untuk membentuk pemerintahan baru. []














