• Latest
  • Trending
Dolar AS Makin Kuat Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

3 Cara Habibie Kendalikan Dolar AS Hanya Rp6.550

Kemenhan-TNI Siapkan Awak Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Indonesia Nomor 1 Militer Terkuat di Asia Tenggara

5 Drone Dipaksa Turun di MotoGP Mandalika

Cara InJourney Airports Dukung MotoGP Mandalika di Lombok, 9-11 Oktober

Update KM Virgo: 6 Korban Meninggal Teridentifikasi, 129 Penumpang Masih Dicari

Pencarian Korban KM Virgo Diperluas ke Kalteng-Kalbar

Bantai Persikad Depok 4-0, PSMS Pimpin Grup A Pegadaian Championship 2026/27

Bantai Persikad Depok 4-0, PSMS Pimpin Grup A Pegadaian Championship 2026/27

Dony Oskaria Sambangi Kantor Menkeu, Utang KCIC Jadi Agenda Pembahasan Utama

Danantara Masuk ke Proyek Etanol, ini Alasannya 

Survei Indikator: Dedi Mulyadi Salip Prabowo di Bursa Capres

Dedi Mulyadi Dinilai Blunder Putuskan Sepihak Proyek Data

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

5 Provinsi dengan Titik Panas Tertinggi

Gempa Kembali Terjadi di NTT pada Minggu 16 Agustus Berkekuatan M 5,2

Pagi Minggu Gempa Hentak NTT dan Aceh

Singapore Airlines Dilarang Masuk Hongkong

10 Maskapai dengan Layanan Wi-Fi Terbaik Dunia

Panglima TNI Rotasi Sejumlah Kabinda, Termasuk Jawa Barat, Tengah dan Timur

Beredar Info Panglima TINI Mutasi Pangdam

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK Targetkan RI Punya 5 Bank Syariah Raksasa pada 2027

Persis Solo Genjot Kondisi Fisik Jelang Laga Perdana Championship 2026/27

Persis Solo Usung Misi 3 Poin Saat Kontra Kendal Tornado

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Oktober 4, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

3 Cara Habibie Kendalikan Dolar AS Hanya Rp6.550

by Aspek
Oktober 4, 2026
in BERITA TERBARU, MARKET
Dolar AS Makin Kuat Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

Dolar AS. Foto: Andhika Prasetia/detikFoto

ASPEK.ID, JAKARTA – BJ Habibie saat menjadi presiden berhasil menjinakkan nilai tukar AS terhadap rupiah. Saat krisis moneter 1998, Dolar AS pernah mencapai Rp 16.800 yang kemudian berhasil menjadi Rp 6.550 per dolar. Berikut 3 cara yang dilakukannya kala itu:

1. Restrukturisasi Perbankan
Saat Order Baru, bank didirikan dengan mudah karena kebijakan Paket Oktober 1998. Namun program itu tak dibarengi dengan kemampuan perbankan yang baik, pada akhirnya membuat banyak bank bertumbangan dan nasabah menarik dana besar-besaran.

Habibie melakukan restrukturisasi perbankan dan berharap Bank Indonesia makin kuat. Salah satunya mencabut aturan dan mempraktikannya langsung pada bank pemerintah.

BacaJuga

Indonesia Nomor 1 Militer Terkuat di Asia Tenggara

Cara InJourney Airports Dukung MotoGP Mandalika di Lombok, 9-11 Oktober

Pencarian Korban KM Virgo Diperluas ke Kalteng-Kalbar

Bantai Persikad Depok 4-0, PSMS Pimpin Grup A Pegadaian Championship 2026/27

Danantara Masuk ke Proyek Etanol, ini Alasannya 

Dedi Mulyadi Dinilai Blunder Putuskan Sepihak Proyek Data

Empat bank milik pemerintah juga digabung menjadi Bank mandiri. Diapun memisahkan BI dari pemerintah melalui UU Nomor 23 tahun 1999.

Habibie dalam otobiografinya, B.J. Habibie: Detik-detik yang Menentukan (2006) menyebutkan kebijakan saat itu menjadi langkah terbaik karena bisa menguatkan rupiah. BI pun dinilai harus independen, objektif dan bebas dari intervensi politik.

2. Kebijakan Moneter Ketat
Habibie menerbitkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan bunga tinggi. Tujuannya agar membuat bank-bank bisa kembali dipercaya masyarakat.

Dengan begitu, masyarakat akan kembali menabung dan menurunkan tingkat peredaran uang di masyarakat. Berkat SBI, suku bunga tercatat menurun dari 60% menjadi belasan persen, dan kepercayaan pada bank meningkat.

3. Pengendalian Harga Bahan Pokok
Karena menganggap kebutuhan bahan pokok hal yang vital, dia membuat harga listrik dan BBM subsidi agar tidak naik. Jadi harga bahan pokok pun tetap terjangkau. Demikian dikutip dari CNBC Indonesia, Minggu (6/10/2026).

Komentar
Share16Tweet10SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

China No 2 Terbanyak Miliarder Selama Pandemi Covid

Dolar AS Tembus Rp 18.000 Lagi Pagi Ini

ASPEK.ID, JAKARTA - Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menembus level Rp 18.000 pada perdagangan pagi ini. Penguatan terjadi pada awal...

Dolar AS Kembali Tembus Rp 18.000, BI Siapkan Jurus Perkuat Rupiah

Jakarta - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah pelemahan mata uang garuda terhadap dolar...

Senin Pagi, Dolar AS Rp 15.100

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi, Senin (26/9/2022), terdepresiasi ke Rp 15.105. Sementara terhadap pounds Inggris,...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In