ASPEK.ID, JAKARTA – Anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), memperluas bisnis perawatan pesawat ke Timur Tengah. GMF mendapatkan konsesi selama 20 tahun untuk mengoperasikan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di Bandara Internasional Muscat, Oman.
Konsesi tersebut diperoleh melalui kesepakatan dengan Otoritas Penerbangan Sipil Oman (CAA). Perjanjian diteken Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi bersama Presiden CAA Oman Eng. Naif Ali Hamed Al-Abri dalam Civil Aviation Investment Forum (CAIF) 2026 di kantor pusat CAA, Muscat, Senin (5/10).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi GMF memperluas jangkauan bisnis MRO ke pasar internasional. Dengan beroperasi di Oman, perusahaan berharap dapat lebih dekat dengan pelanggan di kawasan Timur Tengah sekaligus membuka akses ke pasar Afrika dan Eropa.
“Pengembangan MRO di Oman menjadi langkah awal untuk membangun kehadiran operasional GMF yang lebih dekat dengan pelanggan di Timur Tengah dan kawasan sekitarnya. Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki, GMF melihat peluang untuk menjangkau pasar perawatan yang lebih luas sekaligus berkontribusi pada penguatan industri aviasi Oman,” ujar Andi, Rabu (7/10/2026).
Fasilitas MRO di Muscat nantinya dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan pasar dan rencana bisnis yang telah disepakati. GMF akan bertanggung jawab mengembangkan sekaligus mengoperasikan hanggar dan fasilitas pendukungnya.
Adapun CAA Oman bertindak sebagai pemilik hanggar sekaligus pemberi konsesi. Otoritas tersebut juga menjalankan fungsi regulator untuk memastikan seluruh kegiatan memenuhi ketentuan dan standar keselamatan penerbangan yang berlaku di Oman.
GMF merupakan bagian dari Garuda Indonesia Group yang berada dalam pengelolaan Danantara Indonesia. Ekspansi ini menjadi langkah perusahaan membawa pengalaman dan kemampuan teknis yang selama ini dikembangkan di Indonesia ke pasar penerbangan global.
Selain perjanjian konsesi, GMF juga menandatangani Commemoration Document dengan Mach Aerospace International dalam forum yang sama. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan kemampuan teknis serta tenaga kerja di bidang penerbangan sebagai bagian dari persiapan operasional layanan MRO di Oman.
Dengan konsesi selama dua dekade tersebut, GMF kini memiliki pijakan untuk membangun fasilitas perawatan pesawat di luar Indonesia. Kehadiran di Oman diharapkan memperluas pasar MRO sekaligus memperkuat posisi perusahaan Indonesia dalam industri penerbangan internasional. []
















