ASPEK.ID, JAKARTA – Mengutip keterangan Fortune, Rabu (7/10/2026), posisi teratas dalam peringkat 2026 diduduki oleh CEO DBS Group, Tan Su Shan, yang mempertahankan posisi pertama.
Grace Wang menempati posisi kedua. Pengusaha teknologi Zhou Qunfei yang dari peringkat 25 ke posisi ketiga.
Indonesia turut menyumbangkan kebanggaan dalam daftar tersebut. Tiga perempuan Indonesia masuk dalam jajaran 100 perempuan paling berpengaruh di Asia.
Berikut daftar tiga perempuan Indonesia paling berpengaruh di Asia versi Fortune:
1. Maya Watono (Urutan 83)
Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney,
Jabatan: Chief Executive Officer (CEO)
Perusahaan: PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney
Maya Watono bergabung dengan Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata, InJourney, sejak awal didirikan pada 2022. Pada November 2024, ia sebagai CEO BUMN perempuan termuda dalam i usia 42 tahun.
2. Sandra Sunanto (Urutan 86)
Direktur Utama Hartadinata Abadi,
Jabatan: Chief Executive Officer (CEO)
Perusahaan: PT Hartadinata Abadi Tbk
Sandra Sunanto memimpin perusahaan produsen emas dan perhiasan terkemuka di Indonesia, Hartadinata Abadi, sebagai CEO dan Presiden Direktur sejak 2017. Latar belakangnya berawal dari dunia akademis, di mana ia mengajar di Program Studi Manajemen Universitas Katolik Parahyangan selama hampir dua dekade.
3. Bernadette Ruth Irawati Setiady (Urutan 94)
Jabatan: Presiden Direktur
Perusahaan: PT Kalbe Farma Tbk
Bernadette Ruth Irawati Setiady, keponakan dari mendiang pendiri Kalbe Farma, Boenjamin Setiawan, pertama kali memimpin perusahaan ini pada periode 2008–2017. Ia kemudian kembali dipercaya menjabat sebagai Presiden Direktur emiten farmasi terbesar di Asia Tenggara tersebut pada 2024.
















