JAKARTA — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dikabarkan melakukan perombakan besar-besaran terhadap jajaran direksi dan komisaris dalam RUPSLB yang digelar Kamis (8/10/2026).
Informasi yang beredar menyebut sejumlah nama dalam jajaran manajemen Garuda diberhentikan dan digantikan dengan susunan baru. Namun, hingga berita ini ditulis, belum terdapat konfirmasi resmi dari Garuda Indonesia mengenai hasil final RUPSLB tersebut melalui keterbukaan informasi perseroan.
Salah satu keputusan yang dikabarkan adalah pengukuhan pemberhentian Reza Aulia Hakim dari posisi Direktur Niaga.
Reza sebelumnya memang telah diberhentikan sementara dari jabatan tersebut sejak 14 Agustus 2026. Garuda menyatakan langkah itu merupakan bagian dari penyesuaian susunan pengurus dan kebutuhan organisasi.
Selain Reza, informasi yang beredar menyebut Glenny Kairupan, Dani Haikal, Frans Dicky Tamara, dan Fadjar Prasetyo juga diberhentikan dari posisi sebelumnya.
Dalam susunan yang dikabarkan baru, Glenny Kairupan disebut bergeser dari Direktur Utama menjadi Komisaris Utama.
Adapun susunan direksi yang beredar adalah:
Thomas Sugiarto Oentoro — Direktur Utama
Balagopal Kunduvara — Direktur Finance & Management Risk
Neil Raymond Mills — Direktur Transformasi
Mukhtaris — Direktur Teknik
Allan McEntire — Direktur Niaga
Eric Ferdinand Sofyal — Direktur Operasi
Dina Sandrifani — Direktur Human Capital
Sementara jajaran komisaris yang dikabarkan adalah:
Glenny Kairupan — Komisaris Utama
Yan Albert — Komisaris Independen
Tre Purba — Komisaris Independen
Mawardi Yahya — Komisaris
Chairal Tanjung — Komisaris
Sugito Anjasmoro — Komisaris
Perombakan tersebut, apabila nantinya dikonfirmasi perseroan, akan menjadi perubahan signifikan dalam struktur manajemen Garuda.
Sebelum RUPSLB, pemberitaan mengenai agenda perubahan pengurus memang telah beredar. Garuda secara resmi dijadwalkan menggelar RUPSLB pada 8 Oktober 2026 dengan salah satu agenda perubahan susunan pengurus perseroan.
Namun, daftar nama dan posisi baru tersebut masih perlu menunggu keterbukaan informasi resmi Garuda Indonesia untuk dapat dinyatakan sebagai hasil final RUPSLB.
Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada keterbukaan informasi Garuda Indonesia dan dokumen hasil RUPSLB yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia/KSEI.
















