ASPEK.ID, JAKARTA – Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, mengungkapkan pihaknya menawarkan bantuan satu pesawat, tiga helikopter, dan puluhan personel untuk membantu memadamkan kebakaran yang asapnya turut berdampak ke Malaysia. Namun, tawaran bantuan pemadaman dari negaranya belum memperoleh respons resmi yang diharapkan.
Ahmad Zahid menyatakan bahwa Badan Pengurusan Bencana Negara Malaysia (NADMA) dan Kementerian Luar Negeri Malaysia telah mengirimkan surat kepada mitra terkait di Indonesia. Menurut dia, belum ada jawaban atas tawaran bantuan tersebut.
“Kita menawarkan dengan ikhlas, tetapi tidak ada respons untuk membantu mereka,” ujar Ahmad Zahid, sebagaimana dikutip Sinar Harian, Senin (12/10/2026).
Ia memilih berprasangka baik dengan menganggap Indonesia mungkin merasa belum membutuhkan bantuan Malaysia. Ahmad Zahid juga menegaskan bahwa persoalan kabut asap seharusnya tidak berkembang menjadi pertentangan antara kedua negara.
Persoalan ini menarik perhatian karena sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menyatakan menerima tawaran Malaysia dengan baik. Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Sekretariat Negara pada 18 September 2026, Prabowo bertemu dengan Ahmad Zahid di Hambalang, Kabupaten Bogor. Dalam pertemuan tersebut, Malaysia menawarkan bantuan untuk menangani kebakaran hutan di Kalimantan.
Prabowo menyatakan bahwa bantuan tersebut akan segera dikirimkan. Keterangan resmi itu menyebut Malaysia akan mengerahkan satu pesawat, tiga helikopter, serta 52 anggota tim pemadam kebakaran.
Pemerintah Indonesia juga menyatakan menerima tawaran bantuan negara sahabat secara terbuka.
















