• Latest
  • Trending
Amir Faisal: Demokrasi Harus Dijalankan dengan Kenegarawanan, Bukan Ambisi Kekuasaan

Amir Faisal: Demokrasi Harus Dijalankan dengan Kenegarawanan, Bukan Ambisi Kekuasaan

Kasus Pengeroyokan Guru di Jambi Picu Urgensi UU Perlindungan Guru

Tunjangan Sertifikasi Guru Nunggak 3 Bulan, Kemenkeu Jawab Begini

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Periksa Eks Direktur Jasindo soal Dugaan Korupsi Asuransi Pelni

Prabowo Resmi Lantik Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri

3 Kali Mutasi dalam 12 Hari, Kapolri Suyudi Geser 450 Perwira

3 Juta Warga RI Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78%

Anggota DPR Desak Karhutla Ditetapkan Jadi Bencana Nasional

Penerima Kartu Sembako Ditambah dan Diperpanjang

Survei: Harga Barang dan Lapangan Kerja Jadi PR Prabowo-Gibran

Gelar RUPS, Ini Profil 3 Calon Dirut BTN

BTN Ungkap Klaim Dana Nasabah Hilang Rp17 Miliar

RI Harus Waspadai Jebakan Gasifikasi Batu Bara

Bahlil: RI Pasok 43% Batu Bara Dunia, Namun Asing Tentukan Harga

Sejumlah Instruksi Prabowo Tentang Penanganan Karhutla Kalimantan

Prabowo Gali 200 Titik Bor Air untuk Padamkan Karhutla

Polda NTB Tangkap Kasat Narkoba Polres Bima

Sejumlah Warga AS Ditangkap di Saudi Gegara Rekam Serangan Houthi

Calvin Verdonk Berpeluang Jadi Pemain Indonesia Pertama Tampil di Liga Champions

Calvin Verdonk Berpeluang Jadi Pemain Indonesia Pertama Tampil di Liga Champions

Kenapa Investor Tak Tertarik Investasi Hulu Migas?

Harga Minyak Dunia Turun Usai Trump Izinkan Diesel Rusia Masuk Pasar Global

Harga Emas Antam Naik, Rp1.009.000/gram

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Tajam, Ini Rincian Harganya

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Oktober 13, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Amir Faisal: Demokrasi Harus Dijalankan dengan Kenegarawanan, Bukan Ambisi Kekuasaan

by REDAKSI
Oktober 13, 2026
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, NEWS, POLITIK, TERPOPULER
Amir Faisal: Demokrasi Harus Dijalankan dengan Kenegarawanan, Bukan Ambisi Kekuasaan

JAKARTA — Ketua Umum Gerakan Nasional Sejahtera Indonesia (GNSI), Amir Faisal, mengingatkan seluruh elemen politik nasional untuk mengedepankan sikap kenegarawanan di tengah berkembangnya berbagai polemik politik, termasuk wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Amir, dinamika politik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan pandangan dan kepentingan politik seharusnya tidak mengaburkan prinsip-prinsip konstitusional maupun mengalihkan perhatian dari tanggung jawab negara untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

“Presiden dan Wakil Presiden merupakan satu pasangan kepemimpinan nasional yang memperoleh mandat melalui pemilihan umum. Karena itu, setiap dinamika politik yang menyangkut kepemimpinan nasional harus ditempatkan dalam kerangka konstitusi, bukan semata-mata dalam pertarungan kepentingan politik jangka pendek,” ujar Amir.

BacaJuga

Tunjangan Sertifikasi Guru Nunggak 3 Bulan, Kemenkeu Jawab Begini

KPK Periksa Eks Direktur Jasindo soal Dugaan Korupsi Asuransi Pelni

3 Kali Mutasi dalam 12 Hari, Kapolri Suyudi Geser 450 Perwira

Anggota DPR Desak Karhutla Ditetapkan Jadi Bencana Nasional

Survei: Harga Barang dan Lapangan Kerja Jadi PR Prabowo-Gibran

BTN Ungkap Klaim Dana Nasabah Hilang Rp17 Miliar

Ia menilai bahwa kecenderungan menjadikan setiap polemik sebagai instrumen pertarungan kekuasaan berpotensi mengurangi kualitas demokrasi. Kritik terhadap pemerintah merupakan hak konstitusional yang harus dihormati, tetapi kritik juga semestinya dibangun di atas argumentasi yang objektif, dasar hukum yang jelas, serta kepentingan publik yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Jangan sampai gairah untuk memperoleh kekuasaan justru lebih dominan dibandingkan tanggung jawab untuk menjaga kualitas kehidupan bernegara. Demokrasi tidak boleh direduksi menjadi pertarungan untuk menjatuhkan pihak lain. Demokrasi harus menjadi instrumen untuk memastikan kekuasaan dijalankan secara bertanggung jawab,” tegasnya.

Amir menekankan bahwa GNSI tidak mempersoalkan adanya perbedaan pandangan politik maupun penggunaan mekanisme konstitusional, termasuk pengawasan dan evaluasi terhadap pejabat negara. Namun, semua proses tersebut harus berjalan berdasarkan norma hukum, fakta, dan prosedur yang berlaku.

Menurutnya, hukum tidak boleh ditafsirkan secara selektif hanya untuk menguntungkan atau merugikan kelompok politik tertentu. Prinsip persamaan di hadapan hukum harus berlaku bagi seluruh penyelenggara negara tanpa pengecualian.

“Kita membutuhkan politik yang berorientasi pada kepentingan negara, bukan politik yang menjadikan hukum sebagai alat kepentingan kelompok. Jika terdapat persoalan hukum, selesaikan melalui mekanisme hukum. Jika terdapat perbedaan kebijakan, perdebatkan secara terbuka dan rasional. Jangan mencampuradukkan proses hukum dengan spekulasi politik,” lanjut Amir.

Kesejahteraan Rakyat Harus Kembali Menjadi Prioritas

Lebih lanjut, Amir mengingatkan bahwa Indonesia saat ini menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, lembaga legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan.

Persoalan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah, tekanan harga dan tantangan distribusi bahan kebutuhan pokok, serta penanganan dampak bencana alam di Sumatera Barat merupakan agenda nyata yang bersentuhan langsung dengan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok serta banjir di Kota Padang, misalnya, memerlukan penanganan dan pemulihan berkelanjutan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak hingga perbaikan infrastruktur dan pemulihan kehidupan ekonomi warga.

“Ketika masyarakat menghadapi ancaman bencana, kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, dan ketidakpastian ekonomi, energi politik nasional semestinya lebih banyak diarahkan untuk menghadirkan solusi. Jangan sampai elite politik terlalu sibuk memperdebatkan kekuasaan, sementara persoalan rakyat justru kehilangan perhatian,” kata Amir.

Menurutnya, kualitas kepemimpinan nasional tidak hanya diukur dari kemampuan mempertahankan stabilitas politik, tetapi juga dari kapasitas pemerintahan dalam merespons persoalan publik secara cepat, tepat, dan berkeadilan.

GNSI Dorong Demokrasi yang Konstruktif dan Berorientasi pada Kepentingan Nasional

Sebagai organisasi masyarakat yang bergerak dalam pemantauan kebijakan publik, advokasi, dan pendidikan masyarakat, GNSI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penyelenggaraan pemerintahan secara objektif.

GNSI akan memberikan dukungan terhadap setiap kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat, sekaligus menyampaikan kritik terhadap kebijakan maupun tindakan pejabat publik yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

“Bagi GNSI, mendukung pemerintah bukan berarti membenarkan seluruh kebijakannya, sebagaimana mengkritik pemerintah tidak harus berarti menolak legitimasi kepemimpinannya. Yang harus menjadi ukuran adalah konstitusi, kepentingan publik, dan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” jelas Amir.

Ia mengajak seluruh kekuatan politik, organisasi masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan nasional untuk membangun kehidupan demokrasi yang lebih dewasa, dengan menempatkan perbedaan politik sebagai sarana memperbaiki penyelenggaraan negara, bukan sekadar mempertajam konflik kepentingan.

“Bangsa ini membutuhkan demokrasi yang menghasilkan perbaikan, bukan sekadar kegaduhan. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan politik bukanlah siapa yang berhasil menguasai kekuasaan, melainkan seberapa jauh kekuasaan itu mampu menghadirkan keadilan, kepastian hukum, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Amir.

⸻

Komentar
Share16Tweet10SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Kasus Pengeroyokan Guru di Jambi Picu Urgensi UU Perlindungan Guru

Tunjangan Sertifikasi Guru Nunggak 3 Bulan, Kemenkeu Jawab Begini

ASPEK.ID, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah menyiapkan pencairan tunjangan profesi atau sertifikasi guru yang dilaporkan menunggak hingga tiga bulan....

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Periksa Eks Direktur Jasindo soal Dugaan Korupsi Asuransi Pelni

ASPEK.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua mantan pejabat PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo terkait kasus...

Prabowo Resmi Lantik Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri

3 Kali Mutasi dalam 12 Hari, Kapolri Suyudi Geser 450 Perwira

ASPEK.ID, JAKARTA - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan tiga kali rotasi dan mutasi terhadap ratusan perwira tinggi (Pati) dan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In