ASPEK.ID, VATIKAN – Vatikan mengumumkan Paus Leo XIV telah menjalani operasi pengangkatan tumor kanker di paru-paru kanannya di Rumah Sakit Gemelli, Roma, pada Selasa (13/10/2026). Prosedur pembedahan selama 90 menit berjalan lancar tanpa komplikasi, di mana Paus langsung sadar dan menunjukkan kondisi stabil pasca-operasi.
Pernyataan resmi Vatikan menyebutkan bahwa tindakan harus diambil dengan mengangkat lobus bawah paru-paru kanan Paus guna memastikan pengangkatan sel kanker secara tuntas. Diagnosis tersebut mengonfirmasi temuan adenokarsinoma pulmonal yang sebelumnya terdeteksi pada tahap awal melalui pemeriksaan kesehatan rutin.
Dikutip AFP, Rabu (14/10/2026), Juanita Mora, juru bicara medis untuk Asosiasi Paru-paru Amerika, menjelaskan bahwa jenis kanker ini memiliki prognosis yang sangat baik apabila terdeteksi sejak dini. Berdasarkan data medis, tingkat kelangsungan hidup lima tahun pada kasus kanker paru-paru tahap awal yang terlokalisasi berkisar antara 80 hingga 98 persen, meski tim dokter masih harus mengevaluasi kebutuhan terapi lanjutan seperti kemoterapi atau imunoterapi berdasarkan hasil uji laboratorium jaringan yang diangkat.
Paus yang berusia 71 tahun asal Amerika Serikat masuk ke rumah sakit sehari sebelumnya. Sejumlah pemimpin dunia, termasuk Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, turut menyampaikan doa dan dukungan moral bagi pemulihan sang Paus.
Akibat prosedur medis ini, seluruh agenda audiensi Paus Leo XIV resmi dibatalkan hingga 20 Oktober mendatang. Selain itu, kondisi pemulihan yang diperkirakan memakan waktu sepekan ini turut memicu keraguan atas kepastian jadwal kunjungan kenegaraan dan pastoral Paus ke Amerika Latin, yang meliputi Uruguai, Argentina, dan Peru, yang semula dijadwalkan pada 6–17 November mendatang.













