ASPEK.ID, JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah hingga batas penghentian sementara perdagangan atau trading halt saat pembukaan perdagangan pada Jumat (16/10/2026). Hal ini terjadi usai MSCI berpotensi menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Berdasarkan data perdagangan RTI Business pukul 09.07 WIB, IHSG melemah 8% ke level 5.393,82. Saat ini, volume perdagangan BEI mencapai 5.360 miliar dengan nilai transaksi Rp 905.152 triliun. Frekuensi saham yang diperdagangkan hingga saat ini mencapai 105.728 kali.
Mayoritas saham tercatat bergerak di zona merah sejak pembukaan perdagangan pagi ini, tercatat 595 saham melemah, 14 saham menguat, dan 33 saham lainnya stagnan.
Untuk diketahui ketentuan trading halt atau perhentian sementara perdagangan BEI ditetapkan jika IHSG melemah hingga 8%. Secara otomatis, perdagangan sesi ini dihentikan selama 30 menit ke depan.
Pelemahan IHSG terjadi imbas pengumuman MSCI yang berpotensi menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Hal tersebut masih dalam tahap konsultasi dengan pelaku pasar dan keputusan final akan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027.
Dalam pengumuman MSCI, potensi penurunan status ini terjadi karena kekhawatiran berkelanjutan terkait aksesibilitas investasi dan tata kelola pasar saham Indonesia. Pelaku pasar menyampaikan kekhawatiran serius mengenai kelayakan investasi di pasar saham Indonesia.
“Kekhawatiran tersebut mencakup struktur kepemilikan saham yang terus dinilai tidak transparan serta dugaan aktivitas perdagangan yang terkoordinasi,” tulis pengumuman MSCI dikutip Jumat (16/10/2026).















