ASPEK.ID, JAKARTA —Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) melaporkan mayoritas masyarakat Indonesia menyatakan kurang/tidak puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun masa pemerintahannya. hanya 44,5% responden yang merasa sangat dan cukup puas terhadap kinerja Prabowo. Sementara responden yang merasa cukup kurang puas dan tidak puas sama sekali menembus angka 53,4%. Sementara 2,1% responden tidak memberikan jawaban.
Capaian kepuasan publik (approval rating) pada Oktober 2026 ini merupakan titik terendah dalam sejarah kepemimpinan Prabowo.
Jika dibandingkan dalam survei SMRC pada November 2025 maka terjadi penurunan tajam tingkat kepuasan publik sebesar 36,7%
“Dalam setahun terakhir, yang merasa sangat/cukup puas dengan kinerja Presiden Prabowo turun dari 81,2% di survei November 2025 menjadi 44,5% di survei terakhir pada Oktober 2026. Sebaliknya, dalam periode yang sama, yang merasa kurang/tidak puas naik dari 16% menjadi 53,4%,” jelas SMRC dalam rilis surveinya, dikutip Sabtu (17/10/2026).
SMRC menyimpulkan bahwa anjloknya tingkat kepuasan publik ini memiliki korelasi yang kuat dengan persepsi negatif warga terhadap memburuknya kondisi makroekonomi, stabilitas politik, dan penegakan hukum di Tanah Air.
Pada aspek ekonomi, sebanyak 50,8% masyarakat menilai kondisi ekonomi nasional saat ini berada dalam keadaan buruk atau sangat buruk. Sementara yang menilai baik hanya 17,4%.
Sebanyak 44% responden menilai kondisi politik nasional buruk/sangat buruk. Sementara persepsi buruk terhadap penegakan hukum berada di level 40,6%.
Melonjaknya harga kebutuhan pokok diyakini juga menjadi alasan kuat ketidakpuasan publik. Sebanyak 30% responden menempatkan mahalnya harga sembako sebagai masalah paling mendesak yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah.
Isu mendesak lainnya mencakup pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) sebesar 26,8%, serta masalah pengurangan kemiskinan sebesar 14,7%.
Publik menilai kinerja pemerintah semakin merosot dalam menangani persoalan-persoalan krusial tersebut.
Sebanyak 50,6% responden menyatakan kerja pemerintah dalam membuat harga kebutuhan pokok terjangkau semakin buruk dibandingkan tahun lalu.
Selain itu, 38,5% masyarakat memandang pemerintah makin buruk dalam menekan tingkat korupsi, dan 29,4% merasa langkah pengentasan kemiskinan juga kian memburuk.
Lebih lanjut, mayoritas responden juga tidak puas dengan program-program unggulan pemerintahan Prabowo yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Survei SMRC ini ditarik dari populasi warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, dengan melibatkan 1.213 responden yang dipilih secara acak (random sampling). Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dan telepon, dengan toleransi kesalahan (margin of error) diperkirakan sebesar ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Survei ini diselenggarakan pada periode 1–10 Oktober 2026.
















