ASPEK.ID, JAKARTA – pengamat politik Nurul Fatta menyebutkan Partai Gerindra mengambil posisi berbeda dengan berupaya meredam polemik dalam meyikapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait polemik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurut Nurul Fatta, sebagai partai utama dalam koalisi pemerintahan, Gerindra berkepentingan menjaga agar perbedaan sikap tidak berkembang menjadi konflik politik terbuka.
“Gerindra posisinya meredam situasi. Sebagai ketua geng itu posisi yang bijak. Juru bicaranya meminta perdebatan dihentikan karena permohonan sudah ditolak MK,” jelasnya, Minggu (18/10/2026) dikutip dari RMOL.
Nurul menambahkan, sikap Gerindra tersebut dapat dipahami sebagai upaya menjaga stabilitas koalisi agar polemik putusan MK tidak semakin melebar.
“Jadi wajar kalau Gerindra, sebagai pemilik gerbong utama koalisi, bersuara demikian agar konflik tidak terlalu kasatmata,” pungkasnya.















