• Latest
  • Trending
BEI Target Kapitalisasi Bursa Rp 30.000 Triliun pada 2030

BEI dan OJK Akan Bertemu MSCI Minta Klarifikasi

Prabowo-Gibran Lawan Kelompok Radikal, Sindir Siapa?

2 Tahun Prabowo-Gibran, Kepercayaan Publik di Angka 64,8 Persen

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Istana: Kita Semua Kerja Keras Padamkan Karhutla

Dari Bendungan hingga Labuan Bajo, Jejak Jokowi yang Sulit Dipisahkan dari NTT

Statemen Terbaru Jokowi Tentang Operasi Politik

PPh Perusahaan Turun 19%, Ini Syaratnya

Eks Mendag Sebut Singapura di Balik Jatuh IHSG

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

Menko Airlangga: Banyak yang Tak Suka RI Maju Seperti IMF

Elektabilitas PDIP dan Gerindra Turun Tajam

2 Tahun Prabowo-Gibran, PDIP: Ekonomi Anjlok, Negara Sedang Tidak Baik-baik Saja

Prabowo Usul Wisata Berkuda di 5 Destinasi Prioritas

2 Tahun Jadi RI 1, Kekayaan Prabowo Nambah Jadi Rp 2,066 Triliun

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

KPK Sita Rp800 Juta dari Hercules

Urus Sengketa Lahan, Hercules Datangi Kantor Kementerian ATR/BPN

OJK Cabut Izin BPRS Musyarakah Ummat

OJK Perkuat Stabilitas Keuangan dan Reformasi Pasar Modal

LRT Cibubur-Cawang Segera Uji Coba

Subsidi Transjakarta, MRT & LRT di Jakarta Habiskan Rp6,5 Triliun

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

BGN Percepat Buka Dapur di Daerah 3T

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Oktober 20, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

BEI dan OJK Akan Bertemu MSCI Minta Klarifikasi

by Aspek
Oktober 19, 2026
in BERITA TERBARU, MARKET
BEI Target Kapitalisasi Bursa Rp 30.000 Triliun pada 2030

 

ASPEK.ID, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan meminta klarifikasi kepada Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (19/10/2026) sore terkait rencana konsultasi perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengatakan otoritas pasar modal dijadwalkan menggelar pertemuan virtual dengan MSCI pada Senin sore. Hasil pertemuan tersebut akan disampaikan kepada publik melalui konferensi pers.

BacaJuga

2 Tahun Prabowo-Gibran, Kepercayaan Publik di Angka 64,8 Persen

Istana: Kita Semua Kerja Keras Padamkan Karhutla

Statemen Terbaru Jokowi Tentang Operasi Politik

Eks Mendag Sebut Singapura di Balik Jatuh IHSG

Menko Airlangga: Banyak yang Tak Suka RI Maju Seperti IMF

2 Tahun Prabowo-Gibran, PDIP: Ekonomi Anjlok, Negara Sedang Tidak Baik-baik Saja

“Rencana Senin [19/10/2026] sore melalui rapat virtual dengan Zoom. Hasilnya akan kami sampaikan langsung lewat konferensi pers,” ujarnya seusai dialog konsolidasi bersama pelaku pasar modal di Gedung BEI, Minggu (18/10/2026).

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari respons otoritas terhadap pengumuman MSCI yang memunculkan opsi perubahan status pasar saham Indonesia. BEI dan OJK akan meminta penjelasan secara komprehensif mengenai pertimbangan MSCI, termasuk faktor yang melatarbelakangi munculnya opsi tersebut.

Pasalnya, evaluasi berikutnya sebelumnya diperkirakan berlangsung pada November 2026. Selain itu, substansi pengumuman terbaru dinilai berbeda dari perkembangan evaluasi pada Juni 2026.

MSCI membuka konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi Indonesia menjadi Standalone Market, yang berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap pasar saham domestik. BEI juga akan meminta penjelasan mengenai perkembangan komunikasi dengan MSCI selama ini. Otoritas menilai komunikasi kedua pihak berjalan baik dan MSCI sebelumnya telah mengakui adanya kemajuan dalam reformasi pasar modal Indonesia.

Sebelum agenda klarifikasi tersebut, OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) menggelar dialog konsolidasi dengan analis, ekonom, pelaku pasar modal, dan financial influencer pada Minggu (18/10/2026).

Komentar
Share23Tweet14SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

OJK Cabut Izin BPRS Musyarakah Ummat

OJK Perkuat Stabilitas Keuangan dan Reformasi Pasar Modal

ASPEK.IF, JAKARTA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan kesiapannya mengawal stabilitas sektor finansial agar semakin berdampak langsung pada pembangunan nasional.  ...

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK: 31 Saham Terindikasi Pidana

ASPEK.ID, JAKARTA -Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi menyatakan 31 saham masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC)...

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

BEI Kaget MSCI Mau Downgrade Saham RI

ASPEK.ID JAKARTA- Bursa Efek Indonesia (BEI) kaget karena pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mempertimbangkan reklasifikasi pasar saham Indonesia...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In