ASPEK.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja kegiatan dunia usaha tetap terjaga pada kuartal III 2026, ditandai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 11,46%, meski laju pertumbuhannya melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 12,97%.
Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) menunjukkan kapasitas produksi terpakai tetap terjaga di level 73,75%.
“Kapasitas produksi terpakai pada triwulan III 2026 tetap terjaga sebesar 73,75%,” kata Direktur Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, Senin (19/10/2026).
Denny menjelaskan kinerja sejumlah lapangan usaha (LU) tercatat meningkat, antara lain LU Industri Pengolahan, diikuti LU Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib, LU Pengadaan Listrik dan Gas, LU Konstruksi, serta LU Real Estat. Kapasitas produksi terpakai pada sejumlah LU tersebut juga meningkat, terutama LU Industri Pengolahan, LU Pengadaan Listrik dan Gas, serta LU Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.
Dari sisi keuangan, kondisi dunia usaha secara umum membaik pada aspek likuiditas dan rentabilitas, dengan akses kredit yang tetap mudah.
Kondisi tersebut mencerminkan daya tahan sektor riil yang masih terjaga meski tekanan eksternal meningkat.
















