ASPEK.ID, JAKARTA- Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan indikator-indikator kegagalan manajerial pemerintah yang dampaknya langsung dirasakan oleh rakyat. Hal ini disampaikan Djarot berkaitan dengan 2 tahun Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diwarnai dengan evaluasi kritis dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Dari kacamata PDIP realitas di lapangan menunjukkan negara sedang berhadapan dengan krisis multidimensi yang gagal diantisipasi oleh Prabowo-Gibran.
Djarot Saiful membeberkan indikator-indikator kegagalan manajerial pemerintah yang dampaknya langsung dirasakan oleh rakyat.
Narasi keberhasilan yang kerap digaungkan oleh pihak pemerintah sangat kontras dengan penderitaan publik, terutama di sektor lingkungan dan stabilitas makroekonomi.
“Oleh sebab itu, menurut hemat saya, dua tahun ini kondisi kita sedang tidak baik-baik saja. Terakhir dengan kemarin indeks harga saham gabungan (IHSG) itu ambruk dan nilai tukar dolar sudah lebih dari 18.000. Tidak mudah dan kondisi sedang tidak baik-baik saja,” kata Djarot dikutip Selasa (20/10/2026).
Kondisi ini sebagai bukti nyata ketidakmampuan tim ekonomi pemerintah dalam menjaga jangkar stabilitas finansial nasional di tengah tekanan global.
PDIP juga menyoroti bencana ekologis yang terus berulang tanpa adanya mitigasi yang komprehensif. Djarot menunjuk pada meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang saat ini tengah mengepung wilayah dari Sumatra, Kalimantan hingga Papua.
Ia merasa ironis karena pemerintah sebenarnya sudah memiliki akses terhadap prakiraan cuaca, termasuk ancaman badai kekeringan ekstrem El Niño. Namun instrumen pencegahan di lapangan lumpuh total.
“Jadi, hal yang sangat dasar bahwa kita selalu terjebak dan bukan mampu mengantisipasi ya persoalan kebakaran hutan padahal banyak kita mengatakan bahwa kita memasuki masa El Nino,” ujarnya.
Djarot menegaskan bahwa evaluasi pemerintahan tidak boleh hanya berpijak pada angka-angka kepuasan semu, melainkan harus melihat secara jujur kerugian materiel dan imateriel yang ditanggung warga akibat abainya negara.
















