ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah memastikan kesiapan fasilitas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan bertugas di Ibu Kota Nusantara (IKN). Mulai dari hunian modern berkonsep smart living hingga rumah sakit berteknologi tinggi disiapkan untuk menunjang kenyamanan dan produktivitas aparatur negara.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini meninjau langsung sejumlah infrastruktur utama di kawasan IKN, Kalimantan Timur. Peninjauan tersebut meliputi rumah susun (rusun) ASN, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) IKN, Kantor Kementerian Koordinator, hingga Istana Garuda.
“IKN ini dikonsepkan untuk hidup yang efisien, futuristik, dan dekat dengan alam. Kami memastikan para ASN pada suatu saat nanti bisa merasa siap dan aman, nyaman untuk bisa lebih berbakti lagi untuk perbaikan negeri,” ujar Rini, Sabtu (28/2).
Rusun ASN yang dibangun di kawasan hunian barat dan timur terdiri atas 47 tower dengan masing-masing 12 lantai. Hunian ini dirancang tidak sekadar sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai ekosistem terpadu yang mendukung pola hidup modern dan efisien.
Setiap unit telah dilengkapi sistem smart home dengan akses sidik jari atau PIN, dapur, pendingin ruangan (AC), water heater, serta furnitur lengkap. Selain itu, tersedia fasilitas pendukung seperti tenant komersial, sarana ibadah, fasilitas sosial, hingga area olahraga.
Konsep ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi ASN, sekaligus mendorong produktivitas di lingkungan birokrasi baru.
Dari sisi layanan kesehatan, RSUP IKN hadir dengan kapasitas 250 tempat tidur yang tersebar di 10 lantai. Rumah sakit ini menyediakan layanan unggulan, termasuk penanganan jantung dan stroke.
Fasilitas medisnya mengadopsi teknologi mutakhir seperti CT-Scan 512 slice, Hybrid Cathlab, dan MRI 3 Tesla. Konsep smart hospital diterapkan untuk memastikan integrasi layanan berbasis digital serta efisiensi dalam sistem pelayanan pasien.
Kehadiran fasilitas kesehatan canggih ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjadikan IKN sebagai kota masa depan yang mandiri dan berstandar internasional.
Sementara itu, gedung Kantor Kementerian Koordinator dirancang sebagai sharing office yang mengedepankan efisiensi ruang dan kolaborasi lintas kementerian/lembaga. Pembangunan gedung tersebut ditargetkan rampung pada periode 2024-2025.
Bangunan mengusung konsep green building dengan pendekatan forest city yang menyatu dengan alam. Fasilitasnya mencakup multifunction hall, jembatan penghubung (2nd walkway), serta area parkir terintegrasi.
Menurut Rini, keberhasilan IKN tidak hanya ditentukan oleh kesiapan infrastruktur fisik, tetapi juga kolaborasi serta penerapan digital governance. Transformasi birokrasi berbasis teknologi menjadi fondasi utama pemerintahan masa depan di ibu kota baru.
“Kenapa? Karena IKN itu bukan sekedar memindahkan ibu kota ke sini, tetapi kita menemukan cara-cara baru untuk birokrasi dan memperbaiki tata keolah pemerintahan kita,” pungkas Rini.
Dengan berbagai fasilitas tersebut, IKN diharapkan menjadi simbol transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik berbasis digital. []
























