ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Agama RI akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2). Sidang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 16.00 WIB di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kemenag telah mengumumkan jadwal resmi tersebut kepada publik. Sidang isbat menjadi forum penting dalam menentukan awal bulan suci Ramadan yang ditunggu umat Islam di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menegaskan pemerintah tetap menggunakan metode integrasi antara hisab dan rukyatul hilal dalam proses penetapan.
“Pendekatan ini dinilai penting untuk menjembatani perbedaan metode penentuan awal bulan yang digunakan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia,” jelasnya, Senin (16/2).
Sidang isbat akan dihadiri berbagai unsur, mulai dari perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, PERSIS, Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Hidayatullah, hingga Persatuan Umat Islam.
Selain itu, pemerintah juga menghadirkan pakar falak dan astronomi dari sejumlah lembaga, di antaranya BMKG, BRIN, Planetarium, serta berbagai observatorium astronomi di Indonesia.
Forum ini turut dihadiri Menteri Agama, Wakil Menteri Agama, pimpinan Komisi VIII DPR RI, Ketua MUI, Tim Hisab Rukyat Kemenag, serta perwakilan duta besar negara sahabat.
Pelaksanaan sidang akan melalui beberapa tahap utama, yakni:
- Pemaparan posisi hilal berdasarkan perhitungan hisab.
- Penerimaan laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia.
- Sidang penetapan awal Ramadan.
- Pengumuman resmi melalui konferensi pers.
Berdasarkan perhitungan astronomi, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, apabila hilal telah memenuhi kriteria visibilitas. Namun, jika hilal belum teramati, maka 1 Ramadan berpotensi ditetapkan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Keputusan final mengenai awal puasa akan diumumkan pemerintah usai sidang isbat selesai digelar. []























