ASPEK.ID, TANGERANG – Eskalasi ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran mulai berdampak langsung ke Indonesia. Sejumlah penerbangan internasional dari dan menuju Timur Tengah melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, terpaksa dibatalkan.
Pembatalan dilakukan menyusul penutupan wilayah udara (airspace closed) di beberapa negara kawasan Timur Tengah. Penutupan tersebut membuat maskapai harus melakukan penyesuaian rute dan operasional demi menjaga aspek keselamatan penerbangan.
Pelaksana Tugas (Pgs) Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, membenarkan adanya pembatalan pada sejumlah rute tujuan Timur Tengah.
Menurutnya, keputusan tersebut diambil maskapai sebagai langkah mitigasi risiko di tengah dinamika keamanan kawasan.
“Kami mengimbau kepada para calon penumpang yang akan melakukan perjalanan menuju rute Timur Tengah untuk secara aktif memantau perkembangan informasi penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai atau dengan menghubungi layanan pelanggan maskapai terkait guna memperoleh informasi terkini mengenai status keberangkatan,” kata Aziz dalam keterangannya yang diterima, Minggu (1/3).
Adapun beberapa penerbangan yang terdampak, antara lain:
Etihad Airways EY472 tujuan Abu Dhabi
Qatar Airways QR954 tujuan Doha
Qatar Airways QR957 tujuan Doha
Emirates EK357 tujuan Dubai
Etihad Airways EY475 tujuan Abu Dhabi
Garuda Indonesia GA900 tujuan Doha
Etihad Airways EY473 tujuan Abu Dhabi
Selain keberangkatan, rute kedatangan dari Timur Tengah menuju Bandara Soetta juga mengalami pembatalan. Sejumlah penerbangan yang tercatat batal, antara lain Etihad Airways EY472 rute Abu Dhabi-Jakarta dan Qatar Airways QR954 rute Doha-Jakarta.
Pihak pengelola Bandara Soekarno-Hatta memastikan situasi operasional bandara tetap berjalan kondusif dan aman. Aktivitas di setiap terminal tetap dipantau secara berkala untuk memastikan pelayanan kepada penumpang tidak terganggu secara luas.
Eskalasi konflik AS-Israel dan Iran yang memicu penutupan wilayah udara di sejumlah negara Timur Tengah memang berdampak terhadap penerbangan internasional, termasuk di Indonesia. Maskapai melakukan penyesuaian jadwal dan rute demi menjaga keselamatan penerbangan serta kepatuhan terhadap regulasi penerbangan internasional.
Calon penumpang diimbau untuk secara berkala mengecek status penerbangan melalui aplikasi resmi maskapai atau situs resmi Bandara Soekarno-Hatta guna menghindari kesalahan informasi.























