ASPEK.ID, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai hasil survei yang menunjukkan adanya sebagian kecil publik yang tidak puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto tetap memiliki arti penting bagi pemerintah.
Meski tingkat kepuasan publik tergolong sangat tinggi, Dasco menegaskan bahwa temuan sekitar 2–3 persen responden yang menyatakan tidak puas tidak boleh diabaikan. Menurutnya, angka tersebut justru menjadi bahan introspeksi bagi pemerintahan Prabowo ke depan.
“Walaupun cuma sekitar 2-3%, tetapi itu cukup berarti dan penting,” kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (10/2).
Ia menyampaikan, hasil survei tidak hanya dibaca dari angka kepuasan semata, melainkan juga dari berbagai catatan kritis yang disampaikan responden. Masukan tersebut akan menjadi bagian dari evaluasi kinerja pemerintah.
Dasco menyebut, beberapa perhatian publik yang muncul dalam survei antara lain terkait peningkatan ekonomi dan pemerataan bantuan sosial. Isu-isu tersebut, menurutnya, akan dicermati secara serius oleh pemerintah.
“Justru catatan-catatan itu yang menjadi perhatian kami, menjadi perhatian pemerintah, menjadi perhatian Pak Prabowo, untuk dijadikan bahan introspeksi untuk perbaikan ke depan,” ujarnya.
Sebelumnya, Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei awal 2026 yang menunjukkan mayoritas publik menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.
Pendiri sekaligus Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan survei dilakukan terhadap 1.220 responden warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun. Survei tersebut dilaksanakan pada 15–21 Januari 2026.
Hasil survei menunjukkan 79,9 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Rinciannya, 13 persen responden menyatakan sangat puas, 66,9 persen puas, 17,1 persen kurang puas, dan 2,2 persen tidak puas sama sekali. Sementara itu, 0,8 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab. []
























