• Latest
  • Trending
Etty Manduapessy Resmi Buka KLB Demokrat di Sumut

Demokrat: Hasil Kerja Luhut Kampungan

Tiga Alarm yang Menguji Keseriusan Negara

10 Relawan Gugur saat Padamkan Karhutla

Jimly Asshiddiqie: Alex Noerdin Bukan Orang Jahat

Eks Ketua MK: Polemik Ijazah Gibran Hanya Habis Waktu dan Energi, Publik Harus Rasional

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Ada Ancaman Keamanan, Wapres Gibran Mendadak Batal ke Yahukimo Papua

PSI Ada Standar Ganda Politik Dinasti, Gibran Dibandingkan dengan AHY dan Puan

Di Harvard University, JK Sebut Empat Tekanan Ekonomi RI

Di Harvard University, JK Sebut Empat Tekanan Ekonomi RI

RI Beli LPG dari Abu Dhabi Senilai Rp28 T

Kajian INDEF: Tiga Jalur Guncangan Global Mengancam Ekonomi Indonesia

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Tujuh Provinsi Terdampak Karhutla Terima Bantuan Operasional Rp1,23 Triliun

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

Prabowo: Filosofi Ekonomi Indonesia Sudah Melenceng dari UUD 1945

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

BNPB: Dry Ice Bukan Untuk Padamkan Api

Sritex Akui Tak Terdampak Langsung Virus Corona

Survei Kadin: Minat Pengusaha Berinvestasi Semakin Melemah

Forbes Umumkan 10 Orang Terkaya di Dunia 2026

Elon Musk Donasi Rp 6,62 Triliun ke Partai Republik Pemilu AS

9 Kampus Terbaik di Indonesia Versi The Times Higher Education

Wamen Stella: Lulusan PT ada yang Tidak Tahan Banting

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Oktober 24, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Demokrat: Hasil Kerja Luhut Kampungan

by Aspek
Juli 22, 2023
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, NEWS, POLITIK
Etty Manduapessy Resmi Buka KLB Demokrat di Sumut

Partai Demokrat. Foto: dok. Demokrat

Wasekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon memberi respons atas penyataan yang dilontarkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.  Luhut menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai orang kampungan sebab merasa Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin menjegal pencapresan Anies Baswedan. 

Atas penyataan Luhut itu, Jansen meminta agar Luhut fokus dalam mengurus kementerian tempatnya bertugas saat ini di Menko Marves. Luhut diminta untuk menjauh dari urusan politik dan hukum di negara.  Jansen menganggap penting bagi Luhut untuk fokus pada bidangnya. Sebab, bidang investasi Luhut kurang memberikan hasil yang kurang optimal. 

BacaJuga

10 Relawan Gugur saat Padamkan Karhutla

Eks Ketua MK: Polemik Ijazah Gibran Hanya Habis Waktu dan Energi, Publik Harus Rasional

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

PSI Ada Standar Ganda Politik Dinasti, Gibran Dibandingkan dengan AHY dan Puan

Di Harvard University, JK Sebut Empat Tekanan Ekonomi RI

Kajian INDEF: Tiga Jalur Guncangan Global Mengancam Ekonomi Indonesia

“Fokus saja Anda [Luhut] soal investasi, Tesla dan lain-lain, yang jadi bidang Anda. Dimana banyak juga hasilnya yang terasa kampungan,” tulis Jansen dalam akun Twitternya, dikutip Sabtu (22/7/2023). 

Jansen meminta Luhut untuk mereshuffle Kepala Staf  Presiden, Moeldoko, yang selama ini dituduh telah berusaha untuk mengambil Demokrat dari AHY. Padahal, Moeldoko tidak memiliki kartu tanda anggota (KTA) Demokrat. 

 “Kalau dia tidak punya KTA dan jadi kader Demokrat pun tidak pernah, terus apa dasar dia terus mengingini jadi Ketum Demokrat?” kata Jansen. 

Jansen pun menyebut Moeldoko sebagai pengganggu dan begal karena berusaha mengambil sesuatu yang dia tidak memiliki hak sama sekali.  Pengganggu namanya ini. Begal kalau istilah skrg. Mengingini sesuatu padahal dia sama sekali tidak punya hak atas itu. Jika Moeldoko berhasil mengambil Demokrat maka akan banyak yang dirugikan. 

“Jadi atas dasar tersebut, menurut saya, bukan kami Demokrat atau mas AHY yang kampungan. Tetapi anda dan pemerintahan yang didalamnya ada Moeldoko ini Pak LBP. Karena terus membiarkan orang seperti ini ada di kabinet. Ingat, bukan kami yang mulai pakai istilah kampungan ini tetap Anda Pak LBP (Luhut)”  kata Jansen.

Jansen juga menyinggung mengenai pencapaian Demokrat saat membawa Indonesia ini masuk ke G-20.  Pertumbuhan ekonomi pada masa Demokrat juga dan belum berhasil dikalahkan selama Jokowi dan kabinetnya memimpin. PDB bangsa ini, kata Jansen, Demokrat bawa pertama kali tembus ke angka di atas Rp10.000 Triliun.  Sementara itu pemerintahan yang terdapat Luhut di dalamnya, menurut Demokrat, adalah kampungan.  

“Utang yang terus kalian buat naik sampai berkali-kali lipat. Janji pertumbuhan ekonomi kalian di pemilu, sama sekali tidak pernah terbukti. Jangankan 7 persen, menyentuh rata-rata 6 persen saja sampai akhir pemerintahan ini kelihatannya akan gagal tercapai. Kita tunggulah sentuhan terakhir kalian tahun depan untuk membuktikan itu,” kata Jansen. 

Jansen mengatakan jika memang pemerintahan Jokowi adalah panutan, maka APBN harus dinaikkan jadi 4 kali lipat.

Komentar
Share23Tweet15SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Luhut Minta BPJS Percepat Pembayaran Klaim Perawatan Pasien Covid-19

DPR Tolak Usulan Luhut Ubah Definisi Korupsi: Melemahkan Pemberantasan Korupsi

  ASPEK.ID, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, menolak usulan penghapusan unsur kerugian keuangan negara dalam definisi...

Luhut Pantau Mobilisasi Warga Lewat Facebook, Google Traffic, dan NASA

Jokowi di Mata Luhut Ketika Tidak Jadi Presiden

  ASPEK.ID, JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) merupakan...

Pertamina Targetkan 13 Titik BBM 1 Harga di Kalimantan

Pembelian BBM Subsidi Dibatasi Mulai 17 Agustus

Jakarta - Pemerintah mulai membatasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang selama ini tidak tepat sasaran. Menteri Koordinator Bidang...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In