ASPEK.ID, JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) masih menggodok skema pembagian dividen BUMN untuk tahun buku 2026. Besarannya belum ditentukan karena menunggu finalisasi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta kebutuhan pendanaan dua holding utama di bawah Danantara.
Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pola penetapan dividen ke depan tidak lagi menggunakan pendekatan tetap seperti sebelumnya. Skema baru akan disesuaikan dengan kebutuhan strategis holding operasional dan holding investasi.
Dua entitas yang dimaksud adalah PT Danantara Asset Management (Persero) dan PT Danantara Investment Management (Persero).
Setoran dividen dari laba BUMN akan mempertimbangkan kebutuhan ekspansi, penguatan struktur modal, hingga agenda investasi kedua holding tersebut.
“Kita lihat kebutuhannya. Kalau dulu kan memang disetel dividennya. Sekarang kita lihat aja, berapa kebutuhan dari dua holding tersebut. Kebutuhannya belum terlihat karena RKAP lagi disusun. Selesai RKAP nanti baru kelihatan kebutuhannya,” jelas Dony, Kamis (19/2).
Dengan pendekatan ini, Danantara ingin memastikan distribusi laba tidak mengganggu strategi pertumbuhan dan restrukturisasi yang tengah berjalan.
Di sisi kinerja, Danantara membidik laba bersih gabungan BUMN sebesar Rp 350 triliun pada 2026. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp 285 triliun.
Dony menyebut kenaikan target tersebut merupakan buah dari transformasi dan restrukturisasi BUMN yang telah dijalankan dalam satu tahun terakhir. Efisiensi operasional, konsolidasi bisnis, dan penguatan tata kelola disebut menjadi faktor utama pendorong optimisme tersebut.
“Tahun 2026, kami memasukkan rencana kerja kurang lebih Rp 350 triliun laba, tetapi saya tentu mengekspektasikan lebih,” ujar Dony.
Dengan target laba yang lebih tinggi, fleksibilitas penentuan dividen menjadi instrumen penting untuk menjaga keseimbangan antara kontribusi terhadap negara dan kebutuhan ekspansi korporasi.
Keputusan final terkait besaran dividen BUMN 2026 diperkirakan akan diumumkan setelah RKAP kedua holding rampung dan kebutuhan pendanaan terpetakan secara menyeluruh. []
























