ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengundang para mantan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia ke Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/3) malam. Pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pukul 19.30 WIB itu disebut sebagai ajang diskusi sekaligus silaturahmi lintas periode kepemimpinan nasional.
Sejumlah tokoh penting dipastikan hadir. Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) telah mengonfirmasi kehadirannya. Kepastian itu disampaikan ajudannya, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah.
“Ya betul (Jokowi hadir),” ujar Syarif kepada wartawan, pada Selasa (3/3).
Selain Jokowi, Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga masuk dalam daftar undangan. Dari jajaran wakil presiden, Wapres ke-13 Ma’ruf Amin turut direncanakan hadir.
Meski belum dirinci agenda pembahasan secara spesifik, pertemuan ini dinilai sarat makna politik dan simbolik. Di tengah dinamika global dan tantangan domestik, forum lintas generasi pemimpin ini dapat menjadi ruang bertukar pandangan strategis sekaligus memperkuat konsolidasi nasional.
Langkah Prabowo mengundang para pendahulunya juga dipandang sebagai upaya menjaga kesinambungan komunikasi antarelite negara. Momentum ini memperlihatkan pesan persatuan, bahwa perbedaan politik di masa lalu tidak menghalangi dialog dan kerja sama demi kepentingan bangsa.
Istana belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait pokok bahasan utama. Namun, pertemuan lintas era tersebut diperkirakan membahas isu-isu kebangsaan yang tengah menjadi perhatian, baik di bidang ekonomi, geopolitik, maupun stabilitas nasional.
Jika seluruh undangan hadir, malam ini Istana Negara akan menjadi titik temu hampir seluruh representasi kepemimpinan nasional dalam dua dekade terakhir—sebuah momen yang jarang terjadi dan penuh makna simbolik. []























