ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah telah menyiapkan lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Lahan strategis tersebut direncanakan untuk pembangunan gedung terpadu yang akan digunakan berbagai badan umat dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.
Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Istighasah Kubra sekaligus Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Masjid Istiqlal, Sabtu (7/2).
Penyediaan lahan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang mendorong agar institusi Islam mendapatkan fasilitas yang layak dan representatif di pusat ibu kota, sebagai wujud kehadiran negara bagi umat Islam.
“Ini adalah permintaan dari Menteri Agama dan jajarannya agar institusi Islam dapat difasilitasi. Selain itu juga merupakan lambang nyata bersatunya ulama dan umara (pemerintah),” ujar Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, kolaborasi antara pemerintah dan ulama memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas nasional. Selama ini, para ulama dinilai konsisten berkontribusi dalam menebarkan pesan kesejukan, persatuan, serta nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Masjid Istiqlal tidak hanya berdiri sebagai bangunan fisik semata, melainkan simbol kebesaran dan kedaulatan bangsa Indonesia. Masjid terbesar di Asia Tenggara itu disebut sebagai cerminan semangat bangsa yang ingin berdikari dan sejajar dengan negara-negara besar dunia.
Masjid Istiqlal, lanjut Presiden, juga merepresentasikan komitmen negara dalam melindungi segenap tumpah darah Indonesia melalui nilai-nilai religiusitas yang hidup di tengah masyarakat.
Presiden Prabowo turut mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Ar-Ra’d ayat 11, “Dalam Al-qur’an, Allah mengatakan bahwa Ia tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Jadi kita harus bertekad melakukan perubahan dan memberantas kemiskinan,” ujar Presiden Prabowo.
Pesan tersebut, kata Presiden, menjadi pengingat penting bagi pemerintah dan seluruh elemen bangsa untuk memiliki tekad kuat dalam menghapus kemiskinan serta memberantas praktik korupsi yang selama ini menjadi penghambat utama kemajuan nasional.
Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, tantangan terbesar bangsa adalah memastikan kekayaan tersebut dikelola secara adil, transparan, dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat.
“Kolaborasi antara Ulama, Umara, dan rakyat menjadi salah satu cara untuk memastikan kekayaan negara dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” tegas Prabowo. []
























