ASPEK.ID, JAKARTA – Partai Gerindra belum mengambil sikap final terkait wacana perubahan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dalam revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Saat ini, partai berlambang kepala garuda tersebut masih melakukan simulasi internal.
Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan simulasi tersebut baru memasuki tahap awal. Hal itu disampaikan Dasco kepada wartawan usai menghadiri perayaan HUT ke-18 Gerindra di kediaman Presiden Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (6/2) malam.
Dasco menegaskan, hingga kini Gerindra belum memutuskan apakah akan mendukung penghapusan ambang batas parlemen atau tetap mempertahankannya.
“Ya kalau dalam internal Gerindra kami baru kemudian awal mengadakan simulasi-simulasi internal,” ujarnya.
Namun demikian, Dasco belum bersedia mengungkapkan detail simulasi yang tengah dilakukan, termasuk kapan proses tersebut akan selesai. Ia menyebut hasil simulasi baru akan disampaikan ke publik setelah seluruh kajian internal rampung.
“Kita belum dapat menyampaikan ke publik mengenai hal-hal yang dilakukan dalam simulasi tersebut,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Komisi II DPR RI saat ini tengah membahas revisi UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Salah satu isu yang mencuat dalam pembahasan tersebut adalah wacana penghapusan ambang batas parlemen.
Sejumlah partai politik telah menyatakan sikap berbeda. PDI Perjuangan dan Partai Golkar secara terbuka menolak penghapusan ambang batas parlemen, sementara Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan dukungan terhadap wacana tersebut. []























