ASPEK.ID, JAKARTA – Partai Golkar segera menetapkan sosok pimpinan Komisi III DPR RI pengganti Sari Yuliati. Keputusan terkait kursi wakil ketua di komisi yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan itu ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Sarmuji menyebut proses penentuan sudah memasuki tahap akhir dan tinggal menunggu keputusan resmi partai.
“Bisa (pekan depan),” kata Sarmuji kepada wartawan, Jumat (13/2).
Ia mengakui sejumlah nama telah mengerucut. Namun, Golkar masih melakukan finalisasi sebelum mengumumkan secara resmi kepada publik.
“Mulai mengerucut. Tinggal nanti kalau sudah diputuskan, suratnya kita edarkan,” katanya.
Selain penunjukan pimpinan Komisi III, Golkar juga tengah memproses pergantian antarwaktu (PAW) untuk mengisi kursi DPR yang ditinggalkan Adies Kadir. Mekanisme tersebut, kata Sarmuji, dilakukan sesuai aturan internal partai dan merujuk pada hasil perolehan suara terbanyak berikutnya di daerah pemilihan yang sama.
Menurutnya, pengganti Adies Kadir dipastikan berasal dari calon legislatif (caleg) dengan suara terbanyak berikutnya pada Pemilu Legislatif terakhir.
Berdasarkan data resmi KPU Jawa Timur, Adies Kadir memperoleh 147.185 suara. Sementara itu, posisi perolehan suara di bawahnya ditempati Adela Kanasya Adies dengan 12.792 suara.
Sarmuji menegaskan tidak ada ruang bagi kader dengan suara lebih kecil untuk melompati peraih suara terbanyak berikutnya.
“Tidak bisa di Golkar itu terus caleg dengan perolehan suara terbanyak berikutnya dilompati oleh caleg yang suaranya lebih kecil, itu tidak ada di Golkar,” katanya.
Penetapan pimpinan Komisi III DPR menjadi perhatian karena komisi tersebut memiliki peran strategis dalam pengawasan institusi penegak hukum, serta membidangi isu hukum, hak asasi manusia, dan keamanan nasional.
Publik kini menanti keputusan resmi DPP Partai Golkar mengenai siapa yang akan menduduki kursi wakil ketua Komisi III DPR, sekaligus kepastian nama pengganti Adies Kadir di parlemen. []
























