ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia bersiap mengambil keputusan final terkait jumlah pasukan perdamaian yang akan dikirim ke Gaza, Palestina. Keputusan tersebut ditargetkan rampung pada akhir Februari 2026 dan akan langsung ditetapkan melalui penandatanganan Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto memastikan seluruh aspek teknis dan kesiapan personel telah disiapkan. Saat ini, pemerintah tinggal menunggu keputusan politik serta penentuan waktu keberangkatan.
“Panglima TNI sudah menyiapkan prajurit kita untuk sewaktu-waktu diberangkatkan. Tinggal menunggu perintah dan koordinasi kapan kita berangkat. Intinya, kita sudah siap,” ujar Donny kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/2).
Kesiapan tersebut juga ditegaskan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Ia menyatakan TNI siap mengerahkan pasukan sesuai kebutuhan misi perdamaian, tanpa mempersoalkan jumlah personel yang nantinya diputuskan pemerintah.
Menurut Tandyo, pengalaman panjang TNI dalam misi perdamaian internasional, khususnya di kawasan Timur Tengah, menjadi modal utama. Indonesia diketahui telah terlibat dalam misi Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) sejak 2008.
“Kita sudah mengirim pasukan ke sana sejak 2008, ke UNIFIL, dan sudah berkali-kali. Personel inilah nantinya yang akan kita kirim,” katanya.
Tandyo juga menepis kekhawatiran terkait potensi gangguan keamanan terhadap pasukan Indonesia di Gaza. Ia menilai pengalaman bertugas di wilayah konflik memberikan keunggulan tersendiri, termasuk dalam hal adaptasi medan dan komunikasi dengan masyarakat lokal.
“Pasukan kita sudah berpengalaman dari sisi medan dan bagaimana berkomunikasi dengan masyarakat, walaupun sebelumnya bertugas di wilayah Lebanon,” tambahnya.
Rencana pengiriman pasukan perdamaian ini menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung misi kemanusiaan dan stabilitas kawasan, sekaligus memperkuat peran aktif Indonesia dalam upaya perdamaian internasional, khususnya bagi Palestina. []
























