ASPEK.ID, JAKARTA – Istana Kepresidenan telah menerima surat resmi dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI terkait hasil penetapan sejumlah pejabat strategis negara. Surat tersebut mencakup penetapan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia serta Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa dokumen resmi dari DPR baru diterima pada Jumat (30/1) dan akan segera diproses untuk tahapan lanjutan sesuai ketentuan.
“Kami baru hari ini menerima surat dari DPR, baik untuk pemilihan wakil ketua DPR dan deputi Gubernur Bank Indonesia. Itu secepatnya kami proses supaya proses lanjutannya bisa segera berjalan,” kata Prasetyo, di Wisma Danantara, Jumat (30/1).
Namun demikian, Prasetyo menyebut Istana belum menerima surat resmi DPR terkait pengajuan Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir sebagai calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
Sejumlah pergeseran jabatan di lembaga negara memang tengah berlangsung. Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebelumnya telah dinyatakan lolos uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Ketua Komisi XI DPR RI M. Misbakhun mengumumkan hasil tersebut pada Senin (26/1/2026). Dalam proses seleksi, Thomas unggul dari dua kandidat lainnya, yakni Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Dicky Kartikoyono serta Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia M. Juhro.
Sementara itu, DPR RI juga telah menyetujui pengusulan Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir sebagai Hakim Konstitusi dalam rapat paripurna di Gedung DPR RI, Selasa (27/1/2026). Keputusan ini diambil setelah DPR lebih dahulu menetapkan Inosentius Samsul sebagai pengganti Arief, yang sebelumnya sempat diputuskan dalam rapat paripurna Agustus lalu namun kemudian dibatalkan.
Dalam rapat paripurna yang sama, DPR RI juga mengesahkan Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI, melengkapi susunan pimpinan lembaga legislatif tersebut. []
























