ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah berencana mengirimkan beras produksi dalam negeri ke Arab Saudi untuk jemaah haji 2026. Rencana ini dibahas dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) yang digelar Senin (10/2) oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama beberapa kementerian dan lembaga terkait.
Menko Pangan Zulkifli Hasan, atau yang akrab disapa Zulhas, mengatakan ekspor ini merupakan permintaan Bulog dan sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji.
“Seiring dengan adanya program pemerintah, dalam meningkatkan pelayanan jemaah haji, hari ini kita menyepakati berasnya dari kita. Jadi jemaah haji 2026 bisa mengonsumsi beras Indonesia,” ujar Zulhas dalam konferensi pers.
Zulhas menambahkan, ini menjadi momen pertama pemerintah mengekspor beras untuk jemaah haji, karena Indonesia kini sudah swasembada beras. Dengan stok Bulog yang diperkirakan mencapai lebih dari 4 juta ton tahun ini, pemerintah ingin jemaah haji juga bisa menikmati beras lokal.
“Karena Insyallah tahun ini stok beras Bulog akan lebih dari 4 juta tahun ini, dan kita sudah swasembada, jadi sudah seharusnya jemaah haji kita juga bisa mengonsumsi beras dari kita,” kata Zulhas.
Selama ini, jemaah haji Indonesia mengonsumsi beras impor dari Vietnam dan Thailand. Namun, rasa dan tekstur beras impor kerap membuat jemaah kurang puas. “Karena jemaah kita lebih suka beras dari kita, karena lebih pulen. Kalau biasanya pakai Beras Basmati, itu kan kering, lebih pera, orang Indonesia kurang suka biasanya, sukanya itu yang pulen, itu yang menjadi alasan kita untuk ekspor beras ke Arab Saudi,” jelas Zulhas.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan jenis beras yang akan diekspor adalah beras premium dengan pecahan maksimal 5% dan kadar air di bawah 14%. Total, Bulog akan menyiapkan 2.280 ton beras khusus untuk jemaah haji.
“Kita diminta untuk menyiapkan beras ini. Jenisnya beras premium yang pecahannya hanya 5% dan kadar airnya 14%, bahkan di bawah 14%,” ujar Rizal.
Rizal menambahkan, pengiriman dijadwalkan minggu ketiga Februari 2026. Dengan begitu, jemaah haji Indonesia bisa menikmati cita rasa beras lokal langsung di Tanah Suci. []
























