ASPEK.ID, JAKARTA – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Margaret Aliyatul Maimunah meninggal dunia pada Minggu (1/3) pagi setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta.
Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menyampaikan dukacita mendalam atas wafatnya Margaret.
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Keluarga besar KPAI berduka atas berpulangnya pemimpin kami, Ibu Margaret Aliyatul Maimunah. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah almarhumah, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan,” ujar Jasra Putra dilansir dari Antara, Minggu (1/3).
Ia mengatakan KPAI kehilangan sosok pemimpin yang memiliki dedikasi tinggi, integritas kuat, serta komitmen besar dalam memperjuangkan perlindungan dan pemenuhan hak anak di Indonesia.
Selama memimpin, Margaret dinilai aktif memperkuat fungsi pengawasan dan advokasi KPAI guna menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.
Menurut Jasra, almarhumah juga dikenal sebagai pribadi yang hangat, tegas, serta konsisten dalam menjalankan amanah.
“Kesan saya mendampingi beliau memimpin KPAI adalah memperkuat kolektif kolegial antar komisioner. Kemudian beliau juga memperluas jejaring kemitraan KPAI yang merupakan salah satu tugas fungsi lembaga. Beliau juga memperjuangkan penguatan lembaga KPAI sebagai tindak lanjut concluding observation CRC atau Komite Hak Anak PBB terhadap laporan pemerintah Indonesia kelima dan keenam. Kontribusi serta pengabdian beliau bagi perlindungan anak di Indonesia akan selalu menjadi teladan bagi kami,” kata Jasra Putra.
“Selamat jalan, Ibu Margaret. Dedikasi dan perjuanganmu akan selalu kami lanjutkan,” ujarnya.
Margaret menjalani perawatan di Rumah Sakit Fatmawati sejak 17 Februari 2026 akibat penyakit yang dideritanya. Setelah 13 hari dirawat secara intensif, ia meninggal dunia pada Minggu pukul 08.25 WIB.
Jenazah rencananya dimakamkan di kampung halamannya di Jombang, Jawa Timur. Para komisioner KPAI turut mengantar proses pemakaman tersebut.
“Saya sedang dalam perjalanan bersama Komisioner KPAI Kawiyan dan Aris Adi Leksono menuju Jombang,” kata Jasra Putra.
Perempuan kelahiran 11 Mei 1978 itu dikenal sebagai aktivis perempuan. Selain menjabat sebagai ketua KPAI, Margaret juga menjabat sebagai ketua umum Fatayat Nahdlatul Ulama (NU).
Ia merupakan putri kedua pasangan Mohammad Faruq dan Lilik Chodijah Aziz Bisri.
Margaret menempuh pendidikan dasar di lingkungan pesantren. Ia kemudian melanjutkan pendidikan MTs dan MAN di Pondok Pesantren Denanyar, Jombang.
Ia meraih gelar sarjana di IAIN Sunan Ampel Surabaya serta melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Indonesia pada program studi kajian wanita pada 2009. []























