ASPEK.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengakhiri kekosongan jabatan strategis di level pimpinan tinggi madya. Tiga pejabat definitif resmi dilantik di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/2), setelah sebelumnya posisi tersebut diisi pelaksana tugas.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah Brigjen Pol Asep Guntur Rahayu yang kini menjabat Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK — posisi krusial yang menjadi jantung operasi lembaga antirasuah.
Pelantikan dipimpin langsung Ketua KPK Setyo Budiyanto. Dalam sambutannya, Setyo menekankan pentingnya amanah dan integritas dalam menjalankan mandat pemberantasan korupsi.
“Saya percaya, kami semua percaya, bahwa saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Semoga Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa akan selalu bersama kita semua,” ujar Setyo.
Selain Asep, dua pejabat lain yang dilantik yakni Aminuddin sebagai Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring serta Nely Kusumastuti sebagai Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi.
Setyo memastikan proses pemilihan berlangsung melalui tahapan seleksi yang objektif dan transparan selama kurang lebih tiga bulan. Ia menegaskan tidak ada proses tertutup dalam penentuan tiga nama tersebut.
“Semuanya memang melalui tangan tim atau panitia, tim seleksi. Semua melalui pengamatan dari seluruh pegawai, kemudian dipilih berdasarkan pertimbangan, penetapan, dan lain-lain, sampai kemudian terpilih yang terbaik di antara yang terbaik, gitu. Itu pun juga karena semua jalan Tuhan. Tangan Tuhanlah yang menentukan membawa kemudian kepada tiga beliau ya,” ungkap Setyo.
Penegasan ini penting mengingat posisi deputi di KPK memiliki peran sentral dalam menentukan arah dan efektivitas strategi pemberantasan korupsi.
Menurut Setyo, deputi bukan sekadar jabatan administratif, melainkan penggerak utama ekosistem kerja di internal KPK. Dinamika dan keberanian deputi, kata dia, akan sangat menentukan ritme kerja direktorat di bawahnya.
“Jabatan deputi ini jabatan yang sangat strategis, harus bisa menggerakkan kedeputian, tetapi gerakan dari kedeputian ini menentukan langkah ekosistem yang ada di KPK. Jadi kalau misalkan deputinya pasif, maka para direkturnya pun juga akan seperti itu, sangat-sangat dibutuhkan kinerja ya, bergerak dan bertindaknya semaksimal mungkin, tidak cukup hanya optimal,” jelas dia.
Lebih jauh, Setyo menekankan pentingnya adaptasi cepat terhadap dinamika penanganan perkara dan pencegahan korupsi yang semakin kompleks. Ketiga deputi baru diminta bekerja kolaboratif dan mengesampingkan ego sektoral.
Pengisian jabatan definitif ini diharapkan memperkuat konsolidasi internal KPK sekaligus memberi sinyal bahwa lembaga antirasuah tersebut bersiap mengakselerasi kerja penindakan, pencegahan, dan supervisi di tengah tantangan pemberantasan korupsi yang kian dinamis. []
























