ASPEK.ID, JAKARTA – Kecelakaan terjadi di pelintasan sebidang kawasan Stasiun Poris, Batuceper, Kota Tangerang, Jumat (20/2) sekitar pukul 06.05 WIB. Kereta Bandara rute Manggarai–Soekarno Hatta menabrak sebuah truk kontainer yang terjebak di atas rel saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Raden Muhammad Jauhari, menjelaskan insiden bermula saat truk melintas dari arah Cipondoh menuju Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.
Menurutnya, berdasarkan keterangan awal yang masih dalam pendalaman, sirene perlintasan sudah berbunyi sebelum palang pintu otomatis bergerak menutup.
“Jadi dari keterangan awal, tapi masih dalam pendalaman. Saat kita mengambil keterangan, pada saat kereta api melintas itu bunyi sirene sudah dinyalakan oleh petugas, namun palang pintunya belum bergerak,” ungkap Jauhari di lokasi kejadian, Jumat.
Karena palang pintu belum menutup, sopir tetap melajukan kendaraan hingga masuk ke jalur rel. Tak lama kemudian, palang pintu mulai bergerak menutup.
“Sehingga pada saat sirene dibunyikan, posisi kontainer itu sudah masuk di lintasan rel kereta. Nah, kemudian baru pintu palang apinya bergerak untuk menutup,” jelasnya.
Kontainer Terseret 100 Meter
Panjang truk membuat kendaraan tak sepenuhnya lolos dari lintasan. Kepala truk yang berisi sopir dan kernet berhasil melewati rel, namun badan kontainer masih tertinggal tepat saat kereta melintas.
“Sehingga tidak sempat semuanya melaju, akhirnya badan kontainer tertabrak kereta api dan terseret kurang lebih 100 meter dari lintasan kereta api,” ucap Jauhari.
Meski insiden terlihat cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Alhamdulillah sampai saat ini korban jiwa nihil, hanya kerugian materi dan saat ini kita masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” ucapnya.
Kereta Melintang, Jalan Maulana Hasanuddin Lumpuh Total
Pantauan di lokasi hingga pukul 09.30 WIB menunjukkan rangkaian kereta masih berhenti melintang di atas pelintasan sebidang. Akibatnya, akses kendaraan di Jalan Raya Maulana Hasanuddin tertutup total, baik dari arah Cipondoh menuju Daan Mogot maupun sebaliknya.
Truk kontainer terpental sekitar 100 meter dari titik awal tabrakan.
Tak hanya itu, dua tiang listrik fasilitas operasional KRL turut rubuh akibat benturan.
“Ini ada dua tiang titik listrik yang tertabrak dengan jatuh ya, rubuh. Ini kan lintasan listriknya kereta, berikut juga dengan mobil bodi kontainer itu kan sekarang posisinya menghalangi rel kereta,” kata Jauhari.
Hingga pagi menjelang siang, gerimis masih turun. Warga sekitar memadati area untuk menyaksikan proses evakuasi. Garis polisi dipasang di sekitar perlintasan lengkap dengan barier oranye di depan badan kereta.
Evakuasi Intensif, Arus Lalu Lintas Dialihkan
Petugas gabungan dari kepolisian dan KAI dikerahkan untuk mengevakuasi badan kontainer dan memulihkan jalur rel. Sejumlah teknisi terlihat naik ke atap kereta untuk memperbaiki jaringan kabel listrik Commuter Line yang terdampak.
Satu lokomotif teknis KAI berwarna kuning-oranye juga didatangkan guna membantu proses evakuasi.
Kapolres menegaskan fokus utama saat ini adalah membuka jalur secepat mungkin agar operasional kereta dan arus kendaraan kembali normal.
Rekayasa lalu lintas diterapkan di dalam kota untuk mencegah kemacetan meluas hingga ke arah bandara maupun akses tol. Pengendara dari arah Daan Mogot dan Batuceper menuju Poris–Cipondoh maupun sebaliknya diimbau mencari jalur alternatif. Penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan masih berlangsung. []
























