ASPEK.ID, JAKARTA – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan PT Len Industri (Persero) melakukan uji coba sistem driverless pada Skytrain atau Automatic People Mover System(AMP) Bandara Soekarno Hatta, Senin (21/7).
Uji coba ini dilakukan dalam rangka kegiatan akhir audit teknologi CBTC (Communication-Based Train Control) oleh BPPT di Tangerang, Banten.
Sistem CBTC memungkinkan APMS Kalayang tersebut akan menjadi moda transportasi kereta full driverless (tanpa masinis) pertama di Indonesia yang dapat memberikan keamanan, kenyamanan, dan keandalan bagi para penumpang di bandara.
“Tim BPPT membantu audit dari sistem perkeretaapian di kalayang ini. Kita sudah melihat performa, sistem, dan seluruh aspek. Selama 14 bulan, kita cek dan kali ini kita sudah memastikan semua bergerak dengan baik. Beberapa waktu yang lalu saya dilapori tim yang menguji, ada beberapa prosedur yang perlu diperbaiki, terus sudah ditangani dengan baik. Dan kali ini sudah clear semua, sehingga kita bisa mengeluarkan rekomendasi teknis dari BPPT,” jelas Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material BPPT, Eniya Listiani Dewi.
Sementara itu Direktur Operasi I PT Len Industri (Persero), Linus Andor M. Sijabat menyatakan, setelah audit ini mendapatkan rekomendasi dari BPPT, selanjutnya akan dilanjutkan sertifikasi dari Kementerian Perhubungan.
“APMS Kalayang Bandara Soekarno Hatta akan menjadi moda kereta full driverless pertama di Indonesia yang memberikan keamanan, kenyamanan, dan keandalan bagi para penumpang di bandara,” ungkapnya.
Beroperasi sejak September 2017 (belum driverless), APMS Kalayang digunakan oleh rata-rata 20.000-25.000 penumpang per hari di empat (4) terminal Bandara Internasional Soekarno Hatta. Kini, pengoperasian dan pemeliharaan APMS Kalayang dilakukan oleh PT Len Industri.
PT Angkasa Pura II dalam membangun moda ini mempercayakan PT Len Industri untuk membangun seluruh fasilitas operasinya seperti sistem persinyalan CBTC (ATP, ATO, CBI, dan ATS), Sistem OCC (ruang kendali), sistem telekomunikasi, dan sistem kelistrikan (Power Substation, Power Rail 750 VDC), memasok sarana keretanya, dan menangani integrasi sistem prasarana jalan kereta, sarana kereta, dan fasilitas operasi.






















