ASPEK.ID, MEDAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Selasa (7/4) malam, memicu bencana tanah longsor yang menerjang permukiman warga.
Peristiwa ini mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan tim SAR langsung bergerak melakukan operasi pencarian sejak malam kejadian.
“Operasi pencarian dan pertolongan dimulai sejak Selasa malam melibatkan berbagai unsur SAR gabungan dengan fokus utama pencarian korban yang masih dinyatakan hilang,” ujarnya, Rabu (8/4).
Korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan masing-masing Gobal (39), Rizki Sembiring (14), Boy Simorangkir (48), Jamilah Ginting (49), dan Rosilawati Ginting (48). Sementara satu korban selamat, Sehat Br Tarigan (70), mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit.
Proses evakuasi sempat terkendala kondisi medan yang sulit dan akses jalan yang licin akibat hujan. Meski demikian, tim gabungan tetap melanjutkan pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
“Meski kondisi medan yang berat serta akses jalan yang licin menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan operasi, namun seluruh unsur SAR tetap berupaya maksimal hingga akhirnya seluruh korban berhasil ditemukan,” ujarnya.
Dengan ditemukannya seluruh korban dan tidak adanya laporan orang hilang, operasi SAR resmi dihentikan. Seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing.
“Seluruh jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit dan diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, satu korban selamat dirawat di rumah sakit,” paparnya.
Selain longsor, hujan deras juga menyebabkan banjir di kawasan tersebut. Air meluap hingga ke badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas di Jalan Jamin Ginting.
Petugas setempat memberlakukan sistem buka-tutup jalan untuk mengurai kemacetan yang sempat terjadi di jalur tersebut. []























