ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan rencana pemerintah untuk melibatkan aparatur sipil negara (ASN) sebagai komponen cadangan (komcad). Sebanyak 4.000 ASN dari kementerian dan lembaga yang berkantor di Jakarta akan mulai mengikuti pelatihan pada semester pertama 2026.
Program ini menjadi bagian dari strategi pertahanan negara sekaligus upaya menanamkan nilai nasionalisme dan cinta Tanah Air di kalangan ASN.
“Semester pertama 2026 ASN sudah mulai kita latih dan untuk semester pertama ini kita pusatkan di kementerian di Jakarta, kurang lebih 4.000 orang,” kata Sjafrie saat memberikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam retreat di fasilitas Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Pertahanan, Cibodas, Rumpiang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1).
Menurut Sjafrie, ASN berusia 18 hingga 35 tahun akan menjadi sasaran utama program ini. Mereka akan dibekali pelatihan dasar militer sebagai bagian dari pembentukan karakter bela negara.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, para ASN tersebut akan kembali ke instansi masing-masing untuk melanjutkan tugas pelayanan publik.
Sjafrie menjelaskan, pelatihan komcad bagi ASN akan dilakukan secara bertahap dan dibagi per triwulan.
“Kita bagi setiap triwulan sehingga nanti pada saat semester pertama kita sudah mempunyai komponen cadangan cukup besar. Itulah proyeksi bagaimana negara harus mempertahankan dirinya,” kata Sjafrie dikutip dari Antara.
Meski demikian, ia menegaskan keberadaan ASN sebagai komcad tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran TNI sebagai garda terdepan pertahanan negara.
Dengan program ini, Kementerian Pertahanan berharap semangat nasionalisme ASN semakin menguat, sekaligus berdampak positif pada etos kerja dan komitmen dalam melayani masyarakat serta negara. []
























