ASPEK.ID, JAKARTA – Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Pada Senin (2/2), gunung api paling aktif di Indonesia itu tercatat meluncurkan awan panas disertai guguran material batuan dari lerengnya.
Berdasarkan hasil pemantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimal 15 mm dan durasi mencapai 150,98 detik.
Awan panas meluncur sejauh kurang lebih 1.500 meter ke arah barat daya, tepatnya menuju Kali Boyong di wilayah Magelang, Jawa Tengah. Guguran material dan luncuran awan panas masih terfokus pada sektor barat daya Gunung Merapi.
Meski aktivitas erupsi kembali terjadi, BPPTKG melaporkan bahwa intensitas guguran material di puncak Merapi menunjukkan tren penurunan secara perlahan.
Hingga saat ini, belum ada laporan dari masyarakat terkait terjadinya hujan abu vulkanik di kawasan lereng Gunung Merapi akibat aktivitas tersebut.
BPPTKG menegaskan bahwa status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius tujuh kilometer dari puncak gunung.
Selain itu, warga yang bermukim di sekitar lereng Merapi diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi resmi dari BPPTKG serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran dan aliran lava susulan. []
























