ASPEK.ID, JAKARTA – Nelayan di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri), dihebohkan dengan temuan benda asing yang diduga puing pesawat. Benda tersebut ditemukan di perairan sekitar Pulau Kiabu, Kecamatan Siantan Selatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas, Dandi Andika, membenarkan adanya informasi tersebut. Ia menyebut, benda itu ditemukan nelayan saat melaut.
“Posisi ditemukan, di laut Pulau Kiabu, Kecamatan Siantan Selatan Kabupaten Kepulauan Anambas bang,” katanya saat dihubungi, Selasa (21/4).
Dandi menjelaskan, berdasarkan informasi yang ia terima, benda yang diduga puing pesawat milik China itu ditemukan pada Senin (20/4). Namun hingga kini, keberadaan benda tersebut belum bisa dipastikan.
“Sekarang enggak tahu apakah masih ada di situ atau enggak, karena arus kuat gitu, entah hanyut kemana – mana,” ujar dia meniru ucapan nelayan.
Ia juga belum memastikan jumlah puing yang ditemukan. Informasi sementara menyebutkan kemungkinan lebih dari satu bagian, namun masih dalam penelusuran.
“Yang saya tahu baru satu puing, saya masih lacak juga ni. Belum bisa dipastikan, betul apa enggak ini,” ucapnya.
Sementara itu, nelayan lain dari Natuna, Dedi, juga mengaku mengetahui temuan tersebut. Ia menyebut, puing itu pertama kali dilihat oleh rekannya saat perjalanan pulang melaut.
“Iya, yang temukan kawan aku,” kata Dedi saat dihubungi.
Menurut Dedi, saat itu ada tiga kapal nelayan yang melintas di perairan perbatasan Natuna dan Anambas.
“Dekat laut natuna dan Anambas, yang temukan kawan aku. Kan ada tiga kapal pulang dari melaut,” ujarnya.
Ia menambahkan, benda tersebut tidak dibawa ke darat karena ukurannya besar dan sulit diangkut menggunakan kapal nelayan.
” Ini ada bangkai pesawat [diduga] dari China, jatuh dan sepertinya dia terbakar,” ucapnya.
Video yang merekam benda diduga puing pesawat itu sempat beredar di kalangan nelayan. Dalam rekaman tersebut terlihat benda berwarna putih dengan tanda yang disebut mirip logo China mengapung di laut.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait temuan tersebut. []























